Samarinda – Wakil Ketua DPRD Kalimantan Timur, Ananda Emira Moeis, menggelar agenda BESEMPEKAT sebagai tindak lanjut hasil reses daerah pemilihan tahun 2026. Kegiatan tersebut berlangsung pada Selasa malam (7/4/2026) di Kelurahan Loa Bakung, Kecamatan Sungai Kunjang, Samarinda.
Forum ini menjadi ruang dialog antara wakil rakyat dan masyarakat untuk membahas berbagai persoalan yang sebelumnya dihimpun saat masa reses, sekaligus memastikan adanya langkah konkret dalam penanganannya.
Dalam sambutannya, Ananda menegaskan bahwa kegiatan BESEMPEKAT bukan sekadar seremonial, melainkan bagian dari komitmen untuk mengawal aspirasi masyarakat hingga ke tahap realisasi.
“Hasil reses tidak boleh berhenti pada pencatatan saja. Melalui BESEMPEKAT ini, kita ingin memastikan setiap aspirasi masyarakat benar-benar ditindaklanjuti dan diperjuangkan sesuai kewenangan,” ujarnya.
Ia juga menekankan pentingnya keterlibatan aktif masyarakat dalam menyampaikan kebutuhan prioritas, sehingga kebijakan yang diambil benar-benar tepat sasaran.
Sementara itu, Ketua RT 73 Kelurahan Loa Bakung menyampaikan sejumlah persoalan yang menjadi perhatian warga, terutama terkait infrastruktur lingkungan dan kebutuhan dasar masyarakat.
“Kami berharap apa yang menjadi keluhan warga, khususnya terkait perbaikan jalan dan drainase, bisa segera mendapat perhatian. Karena ini menyangkut aktivitas sehari-hari masyarakat,” ungkapnya.
Diskusi berlangsung interaktif dengan berbagai masukan dari warga yang hadir. Sejumlah isu seperti peningkatan fasilitas umum, perbaikan lingkungan, hingga pelayanan dasar menjadi topik utama dalam pertemuan tersebut.
Kegiatan yang dimoderatori oleh Ronal Stephen Lonteng ini diharapkan mampu memperkuat sinergi antara pemerintah dan masyarakat dalam mendorong pembangunan yang lebih merata dan responsif di Kota Samarinda.
Di akhir kegiatan, Ananda memastikan bahwa seluruh aspirasi yang disampaikan akan menjadi bahan prioritas dalam pembahasan di tingkat legislatif maupun koordinasi dengan pemerintah daerah.
“Kami akan kawal bersama, agar aspirasi ini tidak hilang, tetapi benar-benar menjadi bagian dari program pembangunan ke depan,” tutupnya.













