Suluh Muda Nusantara
  • Home
  • Berita Utama
  • Kaltim
    • Balikpapan
    • Berau
    • Bontang
    • Kubar
    • Kukar
    • Kutim
    • Mahulu
    • Paser
    • PPU
    • Samarinda
  • Advedtorial
    • DPRD Kaltim
    • Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kaltim
    • Dinas Pemuda dan Olahraga Kaltim
    • Diskominfo Kutai Kartanegara
    • Diskominfo Samarinda
    • Diskominfo Kukar
    • DPRD Samarinda
    • Dispora Kaltim
  • Gaya Hidup
  • Hukum & Kriminal
  • Nasional
  • Olahraga
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita Utama
  • Kaltim
    • Balikpapan
    • Berau
    • Bontang
    • Kubar
    • Kukar
    • Kutim
    • Mahulu
    • Paser
    • PPU
    • Samarinda
  • Advedtorial
    • DPRD Kaltim
    • Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kaltim
    • Dinas Pemuda dan Olahraga Kaltim
    • Diskominfo Kutai Kartanegara
    • Diskominfo Samarinda
    • Diskominfo Kukar
    • DPRD Samarinda
    • Dispora Kaltim
  • Gaya Hidup
  • Hukum & Kriminal
  • Nasional
  • Olahraga
No Result
View All Result
Suluh Muda Nusantara
No Result
View All Result
Home Advedtorial

Kekurangan Guru dan Polemik Calistung Jadi Perhatian DPRD Samarinda

Zahara by Zahara
13 Juni, 2026
in Advedtorial, DPRD Samarinda
0
Kekurangan Guru dan Polemik Calistung Jadi Perhatian DPRD Samarinda

Foto : Sri Puji Astuti Wakil Ketua Komisi IV DPRD Samarinda.

FacebookTwitterWhatsapp

SAMARINDA – Berbagai persoalan di sektor pendidikan masih menjadi tantangan bagi Kota Samarinda. Mulai dari ketidaksinkronan sistem pembelajaran antarjenjang pendidikan hingga berkurangnya jumlah tenaga pendidik dinilai perlu mendapat perhatian serius agar kualitas pendidikan dapat terus ditingkatkan.

Wakil Ketua Komisi IV DPRD Samarinda, Sri Puji Astuti, menilai sejumlah kebijakan pendidikan yang diterapkan saat ini masih menimbulkan kebingungan di kalangan masyarakat. Salah satunya berkaitan dengan penerapan pembelajaran kemampuan membaca, menulis, dan berhitung (calistung) pada anak usia dini.

Menurutnya, terdapat ketidaksesuaian antara kebijakan di tingkat taman kanak-kanak (TK) dengan tuntutan pembelajaran di sekolah dasar (SD). Di satu sisi, pengajaran calistung secara penuh di TK tidak dianjurkan, namun di sisi lain peserta didik yang memasuki kelas satu SD sudah diharapkan memiliki kemampuan dasar membaca dan menulis.

“Di TK tidak dianjurkan mengajarkan calistung secara penuh, tetapi ketika masuk SD anak-anak sudah dituntut siap membaca. Ini yang sering membuat orang tua kebingungan,” ujar Sri Puji Astuti, Sabtu (13/6/2026).

Kondisi tersebut, lanjut Sri, mendorong sebagian orang tua mencari alternatif pembelajaran tambahan di luar sekolah agar anak-anak mereka mampu beradaptasi dengan tuntutan akademik saat memasuki jenjang pendidikan dasar.

“Banyak orang tua akhirnya memasukkan anak ke tempat les karena khawatir tertinggal pelajaran saat masuk SD,” katanya.

Selain persoalan kurikulum, Sri juga menyoroti keterbatasan jumlah tenaga pendidik yang mulai dirasakan di sejumlah sekolah. Ia mengungkapkan bahwa setiap tahun terdapat ratusan guru yang memasuki masa pensiun maupun meninggal dunia, sementara proses pemenuhan kebutuhan guru baru belum berjalan optimal.

“Setiap tahun sekitar 150 sampai 200 guru pensiun atau meninggal dunia. Sementara pengangkatan tenaga honorer juga tidak bisa dilakukan secara bebas,” jelasnya.

Akibat kondisi tersebut, beberapa sekolah masih menghadapi kekurangan tenaga pengajar, khususnya untuk posisi wali kelas di sekolah dasar serta guru mata pelajaran tertentu, termasuk Bahasa Inggris.

Sri menilai kebutuhan guru Bahasa Inggris berpotensi meningkat seiring adanya rencana penerapan mata pelajaran tersebut sebagai mata pelajaran wajib di tingkat sekolah dasar. Oleh sebab itu, pemerintah perlu menyiapkan langkah antisipatif untuk memastikan ketersediaan tenaga pendidik yang memadai.

Di sisi lain, DPRD Samarinda juga pernah mengusulkan pemberian subsidi bagi sekolah swasta sebagai salah satu alternatif solusi untuk membantu siswa yang tidak tertampung di sekolah negeri. Namun, usulan tersebut hingga kini belum dapat direalisasikan karena keterbatasan kemampuan anggaran daerah.

“Subsidi sekolah swasta sebenarnya pernah kami dorong, tetapi kemampuan anggaran daerah masih menjadi kendala,” tuturnya.

Sri berharap pemerintah dapat merumuskan kebijakan pendidikan yang lebih terpadu, mulai dari penyelarasan sistem pembelajaran antarjenjang hingga pemenuhan kebutuhan tenaga pendidik secara merata. Menurutnya, langkah tersebut penting untuk menciptakan sistem pendidikan yang lebih adaptif dan mampu menjawab kebutuhan masyarakat.

Dengan dukungan kebijakan yang tepat, DPRD Samarinda optimistis kualitas pendidikan di Kota Tepian dapat terus berkembang, sekaligus menciptakan sumber daya manusia yang unggul dan siap menghadapi tantangan masa depan. (Adv)

Print 🖨 PDF 📄
Berita Dilihat: 95
Previous Post

Abdul Rohim Ingatkan Infrastruktur Banjir Tidak Dibangun Secara Parsial

Zahara

Zahara

  • Trending
  • Comments
  • Latest
AMKB Siap Kerahkan Kekuatan Penuh Hadang Aplikator yang Langgar Aturan di Kaltim

AMKB Siap Kerahkan Kekuatan Penuh Hadang Aplikator yang Langgar Aturan di Kaltim

20 Agustus, 2025
Ketua dan Wakil Ketua DPRD Mahulu Bersitegang, Pembahasan Anggaran Berakhir Ricuh

Ketua dan Wakil Ketua DPRD Mahulu Bersitegang, Pembahasan Anggaran Berakhir Ricuh

22 Oktober, 2025
GMNI Kaltim Mengutuk Kekerasan Terhadap Massa Aksi Koalisi Masyarakat Sipil Kutai Timur

GMNI Kaltim Mengutuk Kekerasan Terhadap Massa Aksi Koalisi Masyarakat Sipil Kutai Timur

12 Oktober, 2023
Tambang Ilegal di Kutai Barat: Antara Keuntungan Sesaat dan Ancaman Jangka Panjang

Tambang Ilegal di Kutai Barat: Antara Keuntungan Sesaat dan Ancaman Jangka Panjang

17 Maret, 2025
Ely Hartati Rasyid Soroti Serapan Tenaga Kerja Pembangunan IKN

Ely Hartati Rasyid Soroti Serapan Tenaga Kerja Pembangunan IKN

Era Digital, Fraksi PDIP Sarankan Sosialisasi Nilai-Nilai Pancasila Melalui Media Sosial

Era Digital, Fraksi PDIP Sarankan Sosialisasi Nilai-Nilai Pancasila Melalui Media Sosial

Potret Emir Moeis Temu Kangen dengan Banteng Tua di Balikpapan

Potret Emir Moeis Temu Kangen dengan Banteng Tua di Balikpapan

Diguyur Kabar Baik dari India-Eropa, Harga Batu Bara Bangkit

Diguyur Kabar Baik dari India-Eropa, Harga Batu Bara Bangkit

Kekurangan Guru dan Polemik Calistung Jadi Perhatian DPRD Samarinda

Kekurangan Guru dan Polemik Calistung Jadi Perhatian DPRD Samarinda

13 Juni, 2026
Abdul Rohim Ingatkan Infrastruktur Banjir Tidak Dibangun Secara Parsial

Abdul Rohim Ingatkan Infrastruktur Banjir Tidak Dibangun Secara Parsial

13 Juni, 2026
DPRD Samarinda Soroti Pentingnya Perencanaan Pendidikan Berbasis Data

DPRD Samarinda Soroti Pentingnya Perencanaan Pendidikan Berbasis Data

13 Juni, 2026
Hotel Kingstone dan Bangunan Pasar Kedondong Jadi Perhatian Pansus III DPRD Samarinda

Hotel Kingstone dan Bangunan Pasar Kedondong Jadi Perhatian Pansus III DPRD Samarinda

12 Juni, 2026
Suluh Muda Nusantara

Suluhmudanusantara.com merupakan media daring berbasis di Kalimantan Timur dengan tujuan menjangkau Nusantara hingga Internasional.

Terkini

Kekurangan Guru dan Polemik Calistung Jadi Perhatian DPRD Samarinda

Abdul Rohim Ingatkan Infrastruktur Banjir Tidak Dibangun Secara Parsial

Informasi

  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak
  • Susunan Redaksi

Follow Sosial Media Kami

© 2024 Suluh Muda Nusantara - All Right Reserved.

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita Utama
  • Kaltim
    • Balikpapan
    • Berau
    • Bontang
    • Kubar
    • Kukar
    • Kutim
    • Mahulu
    • Paser
    • PPU
    • Samarinda
  • Advedtorial
    • DPRD Kaltim
    • Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kaltim
    • Dinas Pemuda dan Olahraga Kaltim
    • Diskominfo Kutai Kartanegara
    • Diskominfo Samarinda
    • Diskominfo Kukar
    • DPRD Samarinda
    • Dispora Kaltim
  • Gaya Hidup
  • Hukum & Kriminal
  • Nasional
  • Olahraga

© 2024 Suluh Muda Nusantara - All Right Reserved.