Samarinda – Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kalimantan Timur, Rasman Rading, menyampaikan bahwa persiapan pelaksanaan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Kalimantan Timur terus berjalan meski masih menunggu kepastian ketersediaan anggaran dalam APBD Perubahan Tahun 2026.
Hal tersebut disampaikannya usai menghadiri Rapat Paripurna ke-14 DPRD Kalimantan Timur dengan agenda Penyampaian Pandangan Umum Fraksi-Fraksi DPRD Provinsi Kalimantan Timur terhadap Nota Keuangan dan Rancangan Peraturan Daerah tentang Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Tahun Anggaran 2025, yang digelar pada Senin (15/6/2026) di Gedung Utama DPRD Kalimantan Timur, Jalan Teuku Umar, Karang Paci, Samarinda.
Rasman mengatakan, saat ini Dispora Kaltim tengah menyusun berbagai perangkat pendukung penyelenggaraan Porprov, mulai dari tim pengawas dan pengarah (Wasrah), dewan hakim, tim pengabsahan, hingga tim pengawas pelaksanaan.
“Terkait Porprov ini, kami saat ini dalam penyusunan persiapan Wasrah, tim dewan hakim, tim pengabsahan, tim pengawas. Tapi pada prinsipnya kita masih menunggu anggaran yang tersedia di tahun 2026 melalui APBD Perubahan. Insya Allah mudah-mudahan ada,” ujarnya.
Selain itu, Dispora Kaltim juga meminta seluruh kabupaten dan kota untuk menyampaikan data riil terkait kesiapan pengiriman kontingen. Menurutnya, data tersebut menjadi dasar penting dalam penyusunan kebutuhan anggaran penyelenggaraan yang akan ditanggung oleh Panitia Besar (PB) Porprov di Kabupaten Paser selaku tuan rumah.
Ia menjelaskan bahwa meskipun hampir seluruh daerah telah meloloskan atlet pada babak kualifikasi tahun 2025, belum tentu seluruh atlet yang lolos akan diberangkatkan pada saat pelaksanaan Porprov karena harus menyesuaikan kemampuan anggaran masing-masing daerah.
“Saya minta kepada masing-masing kabupaten dan kota untuk menyampaikan secara riil kesiapan anggarannya terkait pengiriman kontingen. Karena kalau tidak menyampaikan secara riil, itu akan berkaitan langsung dengan anggaran yang harus disiapkan oleh PB, termasuk anggaran yang kami siapkan dari sisi pelaksanaan,” katanya.
Saat ditanya mengenai kemungkinan bantuan anggaran dari Pemerintah Provinsi apabila daerah mengalami keterbatasan dana, Rasman menegaskan bahwa pembiayaan tetap harus menjadi tanggung jawab bersama antara pemerintah provinsi dan pemerintah kabupaten/kota.
“Tidak juga. Kita sama-sama saling berkolaborasi. Kabupaten dan kota harus menyampaikan secara riil berapa kontingen yang akan dikirim. Jangan sampai saat babak kualifikasi lolos, tetapi ketika Porprov justru tidak mengirim atlet. Sementara anggaran yang harus kita siapkan harus betul-betul sesuai fakta dan data yang tersedia,” tegasnya.
Sementara itu, terkait kesiapan sarana dan prasarana di Kabupaten Paser sebagai tuan rumah, Rasman menilai progres yang ada saat ini sudah cukup baik.
“Kalau sarana dan prasarana, menurut yang saya perhatikan memang sekitar 80 sampai 90 persen. Insya Allah siap,” pungkasnya. (Iqbal Al-Fiqri)












