Samarinda — DPRD Kota Samarinda menyebut rencana rehabilitasi sekolah pada 2027 masih didominasi perbaikan ringan akibat keterbatasan kondisi fiskal daerah.
Ketua Komisi IV DPRD Kota Samarinda, Novan Syahronny Pasie, mengatakan rehabilitasi berat saat ini hanya difokuskan pada sekolah yang terdampak bencana.
Pernyataan itu disampaikan usai hearing bersama Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Samarinda terkait progres kegiatan 2026 dan rencana kegiatan 2027, Senin (6/7/2026), di Ruang Rapat Gabungan Lantai 1 DPRD Kota Samarinda.
“Rehabilitasi sekolah saat ini hanya ringan. Kalau rehabilitasi berat hanya sekolah-sekolah yang terkena dampak bencana,” kata Novan.
Ia mencontohkan rehabilitasi akibat bencana sebelumnya terjadi di SMP 2 dan SMP 5 yang kini disebut sudah dalam tahap penyelesaian.
“Yang tahun ini terjadi kan yang bencana di SMP 2 dan SMP 5 kemarin. Sudah dalam tahap penyelesaian jadi sudah clear,” ujarnya.
Sementara untuk sekolah lain, menurut Novan, perbaikan masih sebatas pembenahan ringan seperti plafon dan ruang belajar.
“Kalau mau bicara rehab langsung beratnya belum ada. Karena bicara masalah keterbatasan kondisi fiskal kita ini harus betul-betul dipaskan,” katanya.
Ia menyebut usulan rehabilitasi tahun 2027 didominasi sarana dan prasarana sekolah dasar karena jumlah SD lebih banyak dibanding SMP.
“Yang paling banyak usulannya di sapras SD, karena SD jumlahnya lebih banyak daripada SMP,” ucapnya.
Novan mengungkapkan terdapat sekitar 35 SD yang diproyeksikan mendapat perbaikan ringan di seluruh Samarinda, sementara untuk tingkat SMP terdapat sekitar 15 sekolah.
“Kurang lebih totalnya ada 35 SD yang diproyeksikan akan dilakukan perbaikan ringan di seluruh Samarinda,” katanya.
“Kalau total rehabilitasi SMP sendiri cuma 15 sekolah,” sambungnya.
Ia menyebut total anggaran rehabilitasi sekolah yang dibahas masih berada di kisaran Rp50 miliar dan belum mencapai ratusan miliar rupiah.
“Anggaran mereka enggak sampai seratusan miliar, 50-an miliar aja,” tuturnya.
Meski demikian, Novan menegaskan seluruh rencana tersebut masih berupa usulan untuk tahun 2027 dan belum seluruhnya dipastikan terealisasi.
“2027 usulannya, dan mudah-mudahan terealisasi. Kan usulan, masih belum semua,” katanya. (Iqbal Al-Fiqri)












