Samarinda – Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Samarinda, Aji Syarif Hidayatullah, memastikan sistem aplikasi yang digunakan dalam pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) berjalan normal dan tidak dapat dimanipulasi, khususnya terkait perubahan titik koordinat domisili pendaftar.
Hal itu disampaikannya usai menghadiri Rapat Dengar Pendapat bersama mitra kerja Komisi I DPRD Kota Samarinda mengenai progres realisasi penyerapan anggaran kegiatan tahun 2026 dan rencana kegiatan tahun anggaran 2027, Senin (6/7/2026), di Ruang Wakil Ketua II DPRD Kota Samarinda.
Aji mengatakan, secara sistem aplikasi yang dikembangkan Diskominfo tidak mengalami kendala selama digunakan secara normal. Menurutnya, persoalan biasanya muncul ketika ada upaya yang dilakukan di luar mekanisme semestinya.
“Sejauh ini berjalan lancar kalau sistemnya. Kalau dilakukan secara normal saja itu tidak ada masalah. Nah, yang menjadi bermasalah itu biasanya dilakukan secara tidak normal,” ujarnya.
Ia mencontohkan adanya kemungkinan pihak tertentu yang mencoba menggeser titik lokasi domisili demi mendapatkan sekolah tujuan tertentu.
“Misalnya si A ini mendaftarkan anaknya, KTP-nya di Sungai Kunjang. Supaya dia dapat di SMP 1 misalnya, dia menggeser titik lokasi. Nah, itu bermasalah,” katanya.
Meski demikian, Aji menegaskan data dalam sistem tidak dapat diubah secara sembarangan. Ia menyebut seluruh aktivitas dalam sistem memiliki riwayat yang dapat ditelusuri.
“Tapi secara sistem, database-nya tidak akan bisa dirubah seperti itu. Saya pastikan kami akan bisa periksa semua, tidak bisa dilakukan manipulasi-manipulasi untuk merubah titik seperti itu,” tegasnya.
Menurutnya, apabila ada perubahan data atau titik koordinat yang dilakukan pengguna, sistem tetap dapat mendeteksi riwayat perubahan tersebut.
“Kalaupun mereka menggeser, kalau kita periksa ulang pasti akan ketahuan. Riwayatnya akan bisa kita lihat penggeserannya seperti apa,” ucapnya.
Namun demikian, Aji menegaskan Diskominfo hanya berperan sebagai pengembang aplikasi dan tidak masuk ke ranah teknis pelaksanaan pendidikan.
“Kami hanya pengembang aplikasinya saja,” katanya.
Terkait evaluasi dan pengembangan sistem ke depan, Aji menyebut Diskominfo tetap melakukan pengembangan, namun untuk saat ini belum ada perubahan besar karena sistem dinilai masih berjalan normal.
“Kita terus mengembangkan. Tapi sementara ini sejauh masih berjalan normal, jadi kami tidak perlu untuk merubah-rubah lagi,” ujarnya.
Ia juga membantah anggapan bahwa perubahan satu titik koordinat dapat memengaruhi keseluruhan sistem pemetaan di Kota Samarinda.
“Tidak mungkin sistem merubah langsung satu koordinat semuanya,” pungkasnya. (Iqbal Al-Fiqri)













