Samarinda – Komisi IV DPRD Kota Samarinda menggelar audiensi bersama Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Samarinda serta Kementerian Agama (Kemenag) Kota Samarinda di Ruang Rapat Gabungan Lantai 1 DPRD Kota Samarinda, Selasa (14/7/2026).
Ketua Komisi IV DPRD Kota Samarinda, Mohammad Novan Syahronny Pasie, menyinggung pemerataan kualitas pendidikan di Kota Samarinda, termasuk masih adanya anggapan mengenai sekolah favorit di kalangan masyarakat ketika dijumpai oleh awak media.
Novan mengatakan pada dasarnya seluruh sekolah negeri menggunakan kurikulum yang sama. Namun, menurutnya, perbedaan fasilitas menjadi salah satu faktor yang memengaruhi penilaian masyarakat terhadap sekolah.
“Ya, jadi sebenarnya begini. Kadang bicara pemerataan pendidikan, pada dasarnya kurikulum kita setiap sekolah negeri itu sama, dan secara nasional itu sama,” ujarnya.
Meski demikian, Novan menilai perbedaan fasilitas antar sekolah masih menjadi pekerjaan rumah yang harus diselesaikan bersama.
“Cuma yang terjadi perbedaan adalah bagaimana fasilitas-fasilitas yang terjadi di setiap sekolah. Ini yang memang menjadi PR bersama dan terjadi apa? Penilaian yang berbeda-beda setiap tahun,” katanya.
Menurutnya, fasilitas penunjang seperti lapangan olahraga hingga laboratorium menjadi salah satu penyebab munculnya anggapan bahwa ada sekolah yang lebih unggul dibanding sekolah lainnya.
“Hal ini dikarenakan apa? Ya itu tadi, kadang ada di sekolah ini punya lapangan olahraga, sekolah ini tidak punya. Belum lagi dari hal lab-nya dan lain,” jelasnya.
Ia mengatakan, pemerintah daerah terus berupaya melakukan pemerataan sarana dan prasarana pendidikan secara bertahap sesuai kemampuan anggaran daerah.
“Kalau kita bicara pemerataan itu semua secara satuan apa? Sarana prasarana ini terus dibenahi. Jadi memang ya kita punya total 164 SD, 50 SMP yang notabene setiap tahun ya giliran dengan kemampuan APBD kita,” paparnya.
Menurut Novan, kondisi tersebut turut memengaruhi pola pikir sebagian orang tua dalam memilih sekolah.
“Nah, hal ini yang memang yang mungkin menjadikan munculnya mindset di orang tua berkaitan tentang ada sekolah-sekolah yang memang grade tadilah ya, katakan grade tadi,” lanjutnya.
Meski demikian, Komisi IV DPRD Kota Samarinda tetap mendorong peningkatan kualitas pendidikan di seluruh sekolah, tidak hanya dari sisi fasilitas, tetapi juga kualitas tenaga pendidik.
“Tapi kami, pada prinsipnya kami tetap mendorong khususnya dalam hal kualitas pendidikan,” tegasnya.
Ia juga mengimbau masyarakat untuk segera melaporkan apabila menemukan tenaga pendidik yang tidak menjalankan tugas secara disiplin agar dapat segera ditindaklanjuti.
“Mungkin ada andaikata ada laporan masyarakat berkaitan tentang ada oknum-oknum guru yang kurang disiplin dan lain-lain, tetap harus segera melaporkan. Karena kan setiap sekolah ada pengawas sekolahnya, dan itu harus segera ditindaklanjuti oleh dinas terkait,” tuturnya.
Menurut Novan, pengawasan terhadap kualitas pembelajaran penting dilakukan agar ketimpangan fasilitas yang masih terjadi tidak semakin diperburuk oleh kualitas pengajaran yang kurang optimal.
“Itu yang selalu kami lakukan dan kita dorong di setiap pertemuan kita. Jangan sampai hal itu juga mempengaruhi gitu loh. Kita sudah minim di fasilitas, tidak merata, jangan sampai dengan kualitas mengajarnya juga seperti itu,” pungkasnya. (Iqbal Al-Fiqri)












