SAMARINDA – Ketua Komisi II DPRD Kota Samarinda, Iswandi, meminta Perumda Varia Niaga tidak berhenti pada capaian peningkatan pendapatan yang diraih dalam beberapa tahun terakhir. Menurutnya, masih banyak aset milik Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda yang belum dimanfaatkan secara produktif dan berpotensi menjadi sumber baru Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Iswandi menilai optimalisasi aset daerah harus menjadi fokus pengembangan bisnis Varia Niaga ke depan. Dengan pengelolaan yang tepat, perusahaan daerah tersebut dinilai mampu meningkatkan kontribusi terhadap PAD tanpa harus membebani masyarakat melalui penambahan pungutan atau tarif layanan.
“Kontribusi terhadap PAD memang sudah menunjukkan peningkatan. Tahun 2024 sekitar Rp400 juta, 2025 naik menjadi Rp500 juta, dan tahun ini sudah mencapai sekitar Rp2,5 miliar. Itu menunjukkan progres yang cukup signifikan,” ujarnya, Rabu (15/7/2026).
Meski mengapresiasi tren peningkatan tersebut, Komisi II tetap memberikan sejumlah catatan terhadap kinerja perusahaan daerah, khususnya terkait pemanfaatan aset milik pemerintah yang hingga kini masih belum menghasilkan nilai ekonomi. DPRD menilai aset-aset yang menganggur seharusnya dapat dikembangkan menjadi unit usaha baru yang memberikan manfaat bagi daerah.
Untuk itu, Komisi II berencana mempertemukan jajaran Varia Niaga dengan Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) serta organisasi perangkat daerah (OPD) terkait guna menyusun strategi pemanfaatan aset yang belum produktif.
“Kami ingin mempertemukan Varia Niaga dengan BPKAD dan OPD terkait agar aset-aset yang masih idle bisa dipetakan dan dicari model bisnis yang sesuai tanpa bertentangan dengan regulasi,” katanya.
Selain mengejar keuntungan, Iswandi mengingatkan Varia Niaga tetap memikul fungsi pelayanan publik sebagai bagian dari Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), termasuk mendukung kebijakan Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID). Karena itu, pengembangan usaha dinilai harus mampu menjaga keseimbangan antara orientasi bisnis dan kepentingan masyarakat.
Menurutnya, sejumlah unit usaha yang telah berjalan seperti layanan ASIS, pengelolaan parkir, kos syariah, hingga peternakan ayam petelur memiliki peluang untuk terus dikembangkan. Di sisi lain, sektor jasa yang berkaitan dengan aktivitas di Sungai Mahakam masih menjadi kontributor pendapatan terbesar dan dinilai menyimpan potensi yang belum sepenuhnya dimanfaatkan.
Iswandi berharap penguatan model bisnis Varia Niaga melalui optimalisasi aset daerah dapat memperbesar kontribusi perusahaan terhadap PAD sekaligus memperkuat kemandirian fiskal Kota Samarinda.
“Target akhirnya jelas, bagaimana PAD terus meningkat tanpa menambah beban masyarakat. Itu yang menjadi arah pengembangan Varia Niaga ke depan,” tegasnya. (Adv)













