Samarinda – Dinas Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat (Dinsos PM) Kota Samarinda menyebut angka kemiskinan Kota Samarinda berdasarkan data terbaru Badan Pusat Statistik (BPS) berada di angka 3,45 persen atau sekitar 30 ribu penduduk.
Pernyataan itu disampaikan Kepala Dinas Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat Kota Samarinda, Mochammad Arif Surochman, usai Rapat Hearing Komisi IV DPRD Kota Samarinda bersama Dinsos Kota Samarinda mengenai progres kegiatan tahun 2026 dan rencana kegiatan tahun 2027, Selasa (14/7/2026).
Menurut Arif, angka tersebut masih menjadi data terbaru yang diterima pemerintah daerah.
“Kalau kita di terakhir kan dirilis di 3,45 persen… Rilis di data BPS tahun 2025. Untuk tahun 2026 belum ada informasi,” ujar Arif ketika ditemui awak media di DPRD Kota Samarinda
Ia menilai penurunan angka kemiskinan menunjukkan perkembangan yang positif dibandingkan tahun sebelumnya.
“Penurunan dari 4,3 persen dari tahun 2024 turun menjadi 3,45 persen. Jadi… peningkatannya bagus, positif,” lanjutnya.
Arif menjelaskan, penanganan kemiskinan tidak hanya dilakukan melalui APBD Kota Samarinda, tetapi juga berkolaborasi dengan pemerintah pusat dan pemerintah provinsi.
“Kalau Dinas Sosial ini kan ada yang sifatnya memang dari APBD Kota Samarinda, ada juga yang sifatnya kita kolaborasi,” sambungnya.
Kolaborasi tersebut mencakup Program Keluarga Harapan (PKH) dan bantuan sembako dari Kementerian Sosial.
“Di Kemensos kan ada program PKH, kemudian ada program sembako juga. Jadi kita berkolaborasi untuk bisa mengoroyoki lah untuk penyelesaian masalah sosial ini,” pungkasnya. (Iqbal Al-Fiqri)













