Samarinda – Ketua Fraksi Partai Golkar DPRD Provinsi Kalimantan Timur, Muhammad Husni Fahruddin, menilai Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur bersikap hati-hati dalam mengelola keuangan daerah di tengah tekanan fiskal dan kebijakan efisiensi anggaran. Menurutnya, kehati-hatian tersebut penting untuk menjaga kemampuan keuangan daerah hingga akhir tahun anggaran.
Pernyataan itu disampaikan Husni saat ditemui wartawan di Ruang Rapat Gedung E Kantor DPRD Provinsi Kalimantan Timur, Samarinda, Senin (4/8/2026).
Husni mengakui realisasi pendapatan daerah hingga triwulan II belum menunjukkan perkembangan yang optimal. Namun, ia menilai kondisi tersebut tidak terlepas dari langkah Pemerintah Provinsi yang berhati-hati dalam mengatur belanja agar kondisi kas daerah tetap terjaga.
“Kalau pendapatan triwulan II Kaltim persentasenya belum progresnya belum bagus. Mungkin ada kehati-hatian karena jangan sampai kalau kita punya kas, tabungan, atau anggaran, lalu dibelanjakan maksimal, di ujungnya kita tidak punya uang. Itu juga bahaya,” ujarnya.
Menurut Husni, pengelolaan anggaran pada masa efisiensi harus dilakukan dengan mempertimbangkan keseimbangan antara percepatan belanja dan kemampuan keuangan daerah. Karena itu, pemerintah tidak bisa hanya berorientasi pada tingginya realisasi belanja tanpa memperhitungkan keberlanjutan fiskal.
Ia menilai langkah kehati-hatian tersebut merupakan bagian dari strategi menjaga stabilitas keuangan daerah di tengah ketidakpastian kondisi fiskal.
“Saya pikir apa yang dilakukan pemerintah itu hati-hati sekali dalam masa efisiensi,” ucapnya.
Husni berharap pengelolaan anggaran yang lebih terukur dapat menjaga keberlangsungan program pembangunan dan pelayanan publik, sekaligus memastikan kemampuan fiskal daerah tetap terpelihara hingga akhir tahun anggaran. (Iqbal Al-Fiqri)












