Samarinda – Ketua Fraksi Partai Golkar DPRD Provinsi Kalimantan Timur, Muhammad Husni Fahruddin, mendorong Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur mengoptimalkan pengelolaan Daerah Aliran Sungai (DAS) Mahakam sebagai salah satu sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD). Menurutnya, potensi ekonomi yang tersimpan di sepanjang DAS Mahakam masih sangat besar, namun belum dikelola secara maksimal.
Pernyataan itu disampaikan Husni saat ditemui wartawan di Ruang Rapat Gedung E Kantor DPRD Provinsi Kalimantan Timur, Samarinda, Senin (4/8/2026).
Menurut Husni, pengelolaan DAS Mahakam tidak hanya terbatas pada alur sungai, tetapi mencakup seluruh kawasan dari hulu hingga muara. Kawasan tersebut memiliki beragam potensi ekonomi yang dapat dikembangkan, mulai dari transportasi sungai, ekowisata, perikanan air tawar, pembangkit listrik tenaga air, hingga pemanfaatan kawasan tambat dan stockpile.
“Kalau kemudian DAS Mahakam itu bukan hanya sungainya, bukan hanya alurnya. Jadi yang disebut DAS itu dari puncak tertinggi sampai kemudian menuju sungai dan menuju laut. Jadi kalau dari hulu Mahakam sampai dengan muaranya kita kelola sedemikian rupa, luar biasa. Ada ekowisata, transportasi air, pembangkit listrik tenaga air, penggunaan tambat, penggunaan stockpile yang harusnya kalau itu digunakan untuk Perusda, luar biasa banyak,” ujarnya.
Ia menilai masih banyak aset dan potensi ekonomi di sepanjang Sungai Mahakam yang belum memberikan kontribusi optimal terhadap pendapatan daerah. Menurutnya, penataan kawasan yang lebih baik akan membuka peluang peningkatan PAD sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.
Husni juga menyoroti potensi sektor perikanan air tawar dan pariwisata yang selama ini dinilai belum dikembangkan secara maksimal, termasuk keberadaan pesut Mahakam yang memiliki daya tarik wisata bertaraf internasional.
“Kalau ini berjalan dengan baik, saya pikir kita akan bisa membawa DAS Mahakam itu sangat baik untuk Kalimantan Timur,” sambungnya.
Meski belum dapat menghitung secara pasti nilai ekonomi yang dapat dihasilkan, Husni meyakini potensi pendapatan dari aktivitas ekonomi di kawasan DAS Mahakam sangat besar. Ia menyebut banyak perusahaan yang memanfaatkan kawasan tersebut untuk kegiatan usahanya.
“Saya tidak bisa mengkalkulasinya, tetapi perusahaan-perusahaan besar yang memanfaatkan daerah aliran Sungai Mahakam itu pendapatannya bulanan sampai triliunan,” ucapnya.
Menurut Husni, optimalisasi pengelolaan DAS Mahakam akan menjadi salah satu langkah strategis untuk memperkuat kemandirian fiskal Kalimantan Timur. Dengan menggali sumber-sumber PAD baru, daerah diharapkan tidak lagi terlalu bergantung pada transfer keuangan dari pemerintah pusat. (Iqbal Al-Fiqri)













