SAMARINDA – Wakil Ketua II DPRD Kota Samarinda, Ahmad Vananzda, menyatakan dukungannya terhadap rencana Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda mengoptimalkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) melalui program parkir berlangganan.
Program tersebut dinilai dapat menjadi salah satu sumber untuk meningkatkan PAD Samarinda. Ahmad mengatakan Pemkot telah menyampaikan rencana penerapan parkir berlangganan, termasuk kemungkinan pelaksanaannya melalui internal pegawai pemerintah hingga pembayaran yang dikaitkan dengan kendaraan bermotor.
“Pemkot sudah menyampaikan bahwa program tersebut dilakukan untuk mengangkat PAD melalui parkir berlangganan, melalui internal PNS, melalui pembayaran STNK, mungkin nanti per satu motor atau mobil dihitung berapa setahun,” kata Ahmad Vananzda.
DPRD, lanjut Ahmad, pada prinsipnya mendukung langkah Pemkot tersebut sepanjang mampu memberikan tambahan bagi pendapatan daerah. Bahkan, ia menyatakan DPRD siap ikut menjadi bagian awal dalam pelaksanaan program parkir berlangganan.
“Tadi kita sampaikan juga ke Pemkot, kita mendukung program itu agar PAD kita meningkat. Kita di DPRD siap mengikuti parkir berlangganan tersebut. Kalau perlu kita bayar duluan,” ujarnya.
Menurutnya, kesiapan tersebut menjadi bentuk kesungguhan DPRD dalam mendukung upaya peningkatan PAD. Dukungan tidak hanya diberikan kepada Pemkot untuk menjalankan program, tetapi juga melalui keterlibatan langsung apabila parkir berlangganan mulai diterapkan.
“Artinya bukti bahwa kita punya kesungguhan untuk meningkatkan PAD. Tidak hanya Pemkot, kami DPRD siap mendukung program tersebut,” tegasnya.
Ahmad mengatakan dukungan DPRD juga diharapkan dapat membantu Pemkot merealisasikan program tersebut. Jika berjalan optimal, parkir berlangganan diyakini dapat memberikan tambahan yang cukup besar terhadap PAD Samarinda.
“Pemkot bilang kalau kami didukung DPRD, mudah-mudahan bisa terealisasi. Harapan kita kalau perlu yang Rp1,5 triliun proyeksi PAD dari DPRD Kota bisa tercapai,” katanya.
Berdasarkan potensi yang disampaikan Pemkot, Ahmad menyebut program parkir berlangganan apabila berjalan sebagaimana mestinya berpeluang menghasilkan pendapatan hingga sekitar Rp200 miliar per tahun.
“Memang harapan Pemkot itu bisa terealisasi kalau program parkir berlangganan bisa berjalan sebagaimana mestinya. Artinya kita bisa mendapat hingga Rp200 miliar per tahun, otomatis PAD bertambah,” jelas Ahmad.
Meski demikian, ia memahami peningkatan PAD tidak dapat dilakukan secara instan. Dibutuhkan proses dan optimalisasi sumber-sumber pendapatan secara bertahap.
“Dari kami memahami mungkin tidak semudah membalikkan telapak tangan, PAD langsung meningkat. Tapi memang dari awal kita melihat, seperti disampaikan, tren PAD kita meningkat,” ujarnya.
Ahmad kemudian melihat perkembangan PAD Samarinda dalam beberapa tahun terakhir sebagai modal untuk terus meningkatkan pendapatan daerah. Ia menyebut PAD pada 2025 berada di kisaran Rp1,1 triliun dan meningkat menjadi Rp1,2 triliun pada 2026.
Untuk 2027, DPRD dan Pemkot Samarinda telah menyepakati proyeksi PAD sebesar Rp1,3 triliun. Menurut Ahmad, tren peningkatan tersebut membuka peluang bagi Samarinda untuk mencapai angka yang lebih tinggi pada tahun berikutnya.
“Di 2027 ditargetkan Rp1,3 triliun dan tidak menutup kemungkinan di 2028 bisa mencapai Rp1,5 triliun untuk PAD kita,” pungkasnya. (Adv)













