Suluh Muda Nusantara
  • Home
  • Berita Utama
  • Kaltim
    • Balikpapan
    • Berau
    • Bontang
    • Kubar
    • Kukar
    • Kutim
    • Mahulu
    • Paser
    • PPU
    • Samarinda
  • Advedtorial
    • DPRD Kaltim
    • Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kaltim
    • Dinas Pemuda dan Olahraga Kaltim
    • Diskominfo Kutai Kartanegara
    • Diskominfo Samarinda
    • Diskominfo Kukar
    • DPRD Samarinda
    • Dispora Kaltim
  • Gaya Hidup
  • Hukum & Kriminal
  • Nasional
  • Olahraga
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita Utama
  • Kaltim
    • Balikpapan
    • Berau
    • Bontang
    • Kubar
    • Kukar
    • Kutim
    • Mahulu
    • Paser
    • PPU
    • Samarinda
  • Advedtorial
    • DPRD Kaltim
    • Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kaltim
    • Dinas Pemuda dan Olahraga Kaltim
    • Diskominfo Kutai Kartanegara
    • Diskominfo Samarinda
    • Diskominfo Kukar
    • DPRD Samarinda
    • Dispora Kaltim
  • Gaya Hidup
  • Hukum & Kriminal
  • Nasional
  • Olahraga
No Result
View All Result
Suluh Muda Nusantara
No Result
View All Result
Home Advedtorial

Jangkar Moral Adat Kutai di Tengah Masifnya Sektor Ekstraktif

Zahara by Zahara
6 Agustus, 2026
in Advedtorial, Kutim
0
Jangkar Moral Adat Kutai di Tengah Masifnya Sektor Ekstraktif
FacebookTwitterWhatsapp

SANDARAN — Di balik khidmatnya ritual Belian Kutai Pantun Erau Embuang Panas Pelas di Desa Marukangan, Kecamatan Sandaran, tersirat sebuah denyut perlawanan sunyi terhadap gempuran arus modernisasi. Di kawasan pedalaman Kutai Timur yang bersinggungan langsung dengan ekspansi sektor pertambangan, kehutanan, dan perkebunan, tradisi leluhur tak lagi sekadar seremonial tahunan, melainkan benteng pertahanan sosial yang substantif.

Bupati Kutai Timur, Ardiansyah Sulaiman, menegaskan bahwa kekayaan adat dan kebudayaan lokal merupakan modal krusial yang menentukan arah pembangunan daerah. Keberadaan tradisi yang dirawat secara konsisten oleh masyarakat Marukangan, Senyiur, hingga Tepian Terap dinilai mampu menjadi jangkar moral sekaligus perisai sosial di tengah kompleksitas dinamika industri ekstraktif.

“Kalau adat dan budaya ini bersinggungan terlalu parah dengan kebijakan pemerintah dan pembangunan, itu akan sulit kelanjutannya. Oleh karena itu, hukum adat yang terpelihara sejak dulu bisa menjadi patokan dan rujukan bersama,” kata Ardiansyah di hadapan pemangku adat, tokoh masyarakat, pelajar, dan perwakilan manajemen korporasi.

Menggali Kodifikasi Hukum Kesultanan

Sejak 2025, Pemerintah Kabupaten Kutai Timur mengambil langkah strategis dengan menata kembali kebudayaan daerah berbasiskan pijakan historis Kesultanan Kutai Kartanegara ing Martadipura. Rujukan utama yang dihidupkan kembali adalah Undang-Undang Panji Selaten dan Undang-Undang Beraja Niti.

Dalam khazanah hukum kerajaan tempo dulu, Panji Selaten menempati posisi sebagai hukum dasar atau konstitusi kerajaan. Sementara itu, Beraja Niti berfungsi sebagai hukum terapan yang mengatur penyelesaian sengketa serta tata kehidupan sosial masyarakat sehari-hari. Kodifikasi hukum kuno ini dinilai sangat relevan untuk menyelaraskan hak-hak ulayat dengan kerangka hukum positif Indonesia saat ini.

Restorasi Kelembagaan Adat

Langkah penataan ini tak berhenti pada tataran wacana. Kutai Timur mencatatkan diri sebagai satu-satunya kabupaten di Kalimantan Timur yang meresmikan pemangku adatnya secara struktural melalui pembentukan Majelis Adat dan Istiadat Kutai.

Ke depan, struktur kelembagaan adat ini akan diperluas secara berjenjang hingga ke tingkat kecamatan, dimana Tingkat Kabupaten: Merumuskan garis besar kebijakan dan penyusunan kelembagaan adat, dan Tingkat Kecamatan: Memilih dan mengukuhkan pemangku adat serta budaya Kutai di wilayahnya masing-masing, serta Tingkat Desa: Menjadi garda terdepan dalam merawat tradisi dan menyelesaikan sengketa lokal secara cepat dan adil.

Ardiansyah mengapresiasi efektivitas hukum adat lokal yang terbukti ampuh menyelesaikan dinamika sosial di tingkat warga tanpa harus selalu menempuh jalur peradilan formal yang memakan waktu.

Sinergi Empat Pilar

Di penghujung arahannya, Ardiansyah memberikan apresiasi tinggi kepada Pemerintah Desa Marukangan dan seluruh warga yang terus konsisten merawat tradisi Erau Embuang Panas Pelas. Ia menekankan pentingnya menjaga sinergi antara empat pilar utama: pemerintah, pemangku adat, korporasi, dan masyarakat.

Sinergi berkelanjutan ini diharapkan mampu memastikan bahwa pembangunan ekonomi di Kutai Timur tetap berjalan pesat tanpa harus menggusur akar identitas kultural masyarakat adatnya.(adv)

Print 🖨 PDF 📄
Berita Dilihat: 424
Previous Post

Pemkab Kutai Timur Lanjutkan Program Cetak Sawah untuk Perkuat Ketahanan Pangan Daerah

Next Post

Siasat dari Bengalon: Mengunci Peluang Indonesia Emas Lewat Ruang Kelas

Zahara

Zahara

Next Post
Siasat dari Bengalon: Mengunci Peluang Indonesia Emas Lewat Ruang Kelas

Siasat dari Bengalon: Mengunci Peluang Indonesia Emas Lewat Ruang Kelas

  • Trending
  • Comments
  • Latest
AMKB Siap Kerahkan Kekuatan Penuh Hadang Aplikator yang Langgar Aturan di Kaltim

AMKB Siap Kerahkan Kekuatan Penuh Hadang Aplikator yang Langgar Aturan di Kaltim

20 Agustus, 2025
Ketua dan Wakil Ketua DPRD Mahulu Bersitegang, Pembahasan Anggaran Berakhir Ricuh

Ketua dan Wakil Ketua DPRD Mahulu Bersitegang, Pembahasan Anggaran Berakhir Ricuh

22 Oktober, 2025
Tambang Ilegal di Kutai Barat: Antara Keuntungan Sesaat dan Ancaman Jangka Panjang

Tambang Ilegal di Kutai Barat: Antara Keuntungan Sesaat dan Ancaman Jangka Panjang

17 Maret, 2025
GMNI Kaltim Mengutuk Kekerasan Terhadap Massa Aksi Koalisi Masyarakat Sipil Kutai Timur

GMNI Kaltim Mengutuk Kekerasan Terhadap Massa Aksi Koalisi Masyarakat Sipil Kutai Timur

12 Oktober, 2023
Ely Hartati Rasyid Soroti Serapan Tenaga Kerja Pembangunan IKN

Ely Hartati Rasyid Soroti Serapan Tenaga Kerja Pembangunan IKN

Era Digital, Fraksi PDIP Sarankan Sosialisasi Nilai-Nilai Pancasila Melalui Media Sosial

Era Digital, Fraksi PDIP Sarankan Sosialisasi Nilai-Nilai Pancasila Melalui Media Sosial

Potret Emir Moeis Temu Kangen dengan Banteng Tua di Balikpapan

Potret Emir Moeis Temu Kangen dengan Banteng Tua di Balikpapan

Diguyur Kabar Baik dari India-Eropa, Harga Batu Bara Bangkit

Diguyur Kabar Baik dari India-Eropa, Harga Batu Bara Bangkit

Ancaman Kebakaran Lahan Tambang di Tengah El Nino, Samsun Minta Sanksi Tegas Jika Ada Kelalaian

Ancaman Kebakaran Lahan Tambang di Tengah El Nino, Samsun Minta Sanksi Tegas Jika Ada Kelalaian

21 Agustus, 2026
Karhutla Mengancam Kaltim, Samsun Dorong Warga Waspada dan Pemda Perkuat Mitigasi

Karhutla Mengancam Kaltim, Samsun Dorong Warga Waspada dan Pemda Perkuat Mitigasi

21 Agustus, 2026
Sinergi Pemkab dan Bankaltimtara Diarahkan Perkuat Ekonomi Kerakyatan Kutim

Sinergi Pemkab dan Bankaltimtara Diarahkan Perkuat Ekonomi Kerakyatan Kutim

20 Agustus, 2026
Belajar dari PT SAI, Kutim Dorong Pengembangan Aren dari Bibit hingga Hilirisasi

Belajar dari PT SAI, Kutim Dorong Pengembangan Aren dari Bibit hingga Hilirisasi

20 Agustus, 2026
Suluh Muda Nusantara

Suluhmudanusantara.com merupakan media daring berbasis di Kalimantan Timur dengan tujuan menjangkau Nusantara hingga Internasional.

Terkini

Ancaman Kebakaran Lahan Tambang di Tengah El Nino, Samsun Minta Sanksi Tegas Jika Ada Kelalaian

Karhutla Mengancam Kaltim, Samsun Dorong Warga Waspada dan Pemda Perkuat Mitigasi

Informasi

  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak
  • Susunan Redaksi

Follow Sosial Media Kami

© 2024 Suluh Muda Nusantara - All Right Reserved.

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita Utama
  • Kaltim
    • Balikpapan
    • Berau
    • Bontang
    • Kubar
    • Kukar
    • Kutim
    • Mahulu
    • Paser
    • PPU
    • Samarinda
  • Advedtorial
    • DPRD Kaltim
    • Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kaltim
    • Dinas Pemuda dan Olahraga Kaltim
    • Diskominfo Kutai Kartanegara
    • Diskominfo Samarinda
    • Diskominfo Kukar
    • DPRD Samarinda
    • Dispora Kaltim
  • Gaya Hidup
  • Hukum & Kriminal
  • Nasional
  • Olahraga

© 2024 Suluh Muda Nusantara - All Right Reserved.