TELUK PANDAN – Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) terus melanjutkan program Cetak Sawah Rakyat sebagai bagian dari strategi memperkuat ketahanan pangan daerah dan mewujudkan swasembada beras. Program tersebut dijalankan melalui dukungan anggaran pemerintah pusat serta skema tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) guna memperluas area persawahan produktif di sejumlah wilayah Kutim.
Kepala Bidang Prasarana dan Sarana Pertanian Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Peternakan (DTPHP) Kutim, Bohari, mengatakan program cetak sawah telah dimulai sejak tahun lalu dengan target awal seluas 1.106 hektare.
“Hingga akhir tahun lalu sudah tercetak kurang lebih 400 hektare. Memang ada beberapa kendala teknis di lapangan sehingga program dilanjutkan kembali tahun ini,” ujar Bohari di ruang kerjanya.
Menurutnya, pekerjaan lanjutan kini mulai berjalan setelah kontrak penyelesaian ditandatangani. Saat ini proyek memasuki tahap awal pelaksanaan dengan luas pekerjaan lanjutan hampir 600 hektare dan ditargetkan selesai dalam waktu sekitar tiga bulan.
Program tersebut tersebar di sejumlah wilayah potensial, antara lain Bengalon, Busang, Sandaran, Susuk, Kaubun, hingga Kombeng. Sebelum pekerjaan fisik dimulai, setiap lokasi terlebih dahulu melalui tahapan survei investigasi dan desain (SID) untuk memastikan kelayakan lahan.
Bohari menjelaskan tidak seluruh target awal dapat direalisasikan karena sebagian lokasi terkendala persoalan perizinan serta kondisi topografi yang kurang mendukung untuk dijadikan lahan persawahan.
Selain melanjutkan program yang sedang berjalan, DTPHP Kutim juga mengusulkan tambahan hampir 700 hektare sawah baru untuk tahun mendatang. Usulan tersebut telah melewati tahapan verifikasi sebagai bagian dari proses pengajuan kepada pemerintah pusat.
“Kalau program ini berjalan konsisten setiap tahun dan petani langsung menanam setelah lahan dibuka, maka perlahan target swasembada bisa dicapai,” ujar Bohari.
Pemerintah daerah berharap perluasan lahan sawah mampu mengurangi ketergantungan terhadap pasokan beras dari luar Kalimantan Timur sekaligus memperkuat ketahanan pangan dan perekonomian masyarakat dalam jangka panjang.(adv)













