SAMARINDA – Dewan Pimpinan Cabang Partai Kebangkitan Bangsa (DPC PKB) Kota Samarinda mulai memanaskan mesin politik menuju Pemilu 2029. Setelah membentuk kepengurusan baru untuk masa bakti 2026–2031, partai tersebut memasang target meraih lima kursi di DPRD Samarinda.
Target itu bukan perkara ringan. PKB saat ini hanya memiliki dua kursi di DPRD Samarinda periode 2024–2029. Jumlah tersebut berkurang satu kursi dibandingkan periode sebelumnya.
Ketua DPC PKB Kota Samarinda, Jahidin, mengatakan bertambahnya perolehan suara pada Pemilu 2024 belum sepenuhnya berbuah kursi. Sebaran suara yang tidak merata membuat PKB gagal mempertahankan tiga kursi yang diperoleh pada periode 2019–2024.
“Target kami selanjutnya adalah meningkatkan perolehan kursi di DPRD Samarinda. Pada Pemilu 2029, kami menargetkan lima kursi,” kata Jahidin, Kamis (10/9/2026).
Menurut dia, PKB sebenarnya mengalami pertambahan suara pada pemilu terakhir. Namun, terdapat beberapa daerah pemilihan yang perolehan suaranya belum mencukupi untuk dikonversi menjadi kursi.
“Perolehan suara bertambah, tetapi tidak merata. Ada beberapa dapil yang suaranya belum mencukupi sehingga kami hanya mendapatkan dua kursi untuk periode 2024–2029,” ujarnya.
Jahidin mengatakan kondisi tersebut akan menjadi bahan evaluasi bagi kepengurusan baru. Seluruh jajaran partai dituntut bekerja lebih maksimal untuk memperluas basis dukungan sekaligus memperbaiki sebaran suara di setiap daerah pemilihan.
Pada periode 2019–2024, PKB memiliki tiga kursi di DPRD Samarinda. Berkurangnya satu kursi membuat partai itu harus menyusun ulang strategi agar dapat kembali meningkatkan keterwakilannya pada Pemilu 2029.
“Inilah yang kami rencanakan untuk mencapai target tersebut. Kami harus bekerja lebih maksimal. Strateginya dengan memperbanyak sosialisasi dan memperkuat pendekatan kepada masyarakat,” tutur Jahidin.
Sekretaris DPC PKB Kota Samarinda, Rusdi Doviyanto, mengatakan kepengurusan baru dibentuk setelah pelaksanaan musyawarah cabang beberapa waktu lalu. Struktur tersebut diharapkan membawa energi dan semangat baru bagi perjalanan PKB Samarinda selama lima tahun ke depan.
“Setelah melaksanakan muscab, kami mulai menyusun kepengurusan. Harapannya, dengan kepengurusan baru ini akan muncul banyak darah segar dan semangat baru untuk menghadapi agenda politik ke depan,” kata Rusdi.
PKB tidak hanya menargetkan pertambahan jumlah kursi. Partai tersebut juga ingin memastikan seluruh daerah pemilihan di Samarinda mampu menyumbangkan wakil di DPRD.
Target akhirnya adalah membentuk satu fraksi penuh pada periode mendatang.
“Paling tidak pada Pemilu 2029, seluruh dapil di Samarinda dapat terisi sehingga kami bisa menjadi satu fraksi penuh,” ujarnya.
Rusdi menilai target politik semacam itu merupakan hal lumrah bagi sebuah partai. Pencapaiannya akan sangat bergantung pada kinerja organisasi, konsistensi kader, serta kemampuan partai membangun hubungan dengan masyarakat.
PKB Samarinda, kata dia, akan merangkul berbagai kelompok, termasuk tokoh agama dan warga Nahdlatul Ulama yang secara historis memiliki kedekatan dengan partai tersebut.
“Ini merupakan hal yang lumrah bagi partai. Tinggal bagaimana kinerja partai ke depan. PKB Samarinda akan merangkul seluruh pihak, termasuk berkolaborasi dengan tokoh agama dan kalangan NU yang menjadi bagian penting dari perjalanan PKB,” kata Rusdi.
Upaya mencapai target lima kursi dimulai dengan memperkuat struktur organisasi. Selain menyelesaikan kepengurusan DPC periode 2026–2031, PKB telah membentuk Pengurus Anak Cabang di seluruh kecamatan di Samarinda.
“Struktur baru DPC PKB Kota Samarinda sudah terbentuk. Kami juga telah menyelesaikan pembentukan PAC di 10 kecamatan,” ujarnya.
Penguatan struktur itu selanjutnya akan bergerak hingga tingkat kelurahan. PKB menargetkan kepengurusan ranting terbentuk secara penuh di sekitar 59 kelurahan di Samarinda.
Namun, Rusdi menegaskan setiap ranting harus menjadi mesin politik yang aktif menjangkau masyarakat dan memperkuat basis partai menjelang Pemilu 2029.
“Harapannya, mereka bukan sekadar simbol, melainkan menjadi kekuatan arus bawah yang terus bergerak hingga Pemilu 2029,” tuturnya.
Dengan waktu sekitar tiga tahun, PKB Samarinda kini menghadapi pekerjaan besar: mengembalikan satu kursi yang hilang sekaligus menambah dua kursi baru. Jalan menuju lima kursi akan ditentukan oleh kemampuan kepengurusan baru mengubah struktur hingga tingkat kelurahan menjadi kekuatan politik yang benar-benar bekerja. (Mujahid)












