Samarinda — Sejumlah persoalan infrastruktur menjadi aspirasi warga dalam Reses DPRD Kota Samarinda Masa Persidangan III Tahun 2026 yang dilaksanakan Anggota DPRD Kota Samarinda, Novan Syahronny Pasie, di Bungas Cafe and Resto, Jalan MT Haryono, Kelurahan Air Putih, Kecamatan Samarinda Ulu, Kamis (8/10/2026).
Aspirasi yang disampaikan meliputi kebutuhan penerangan dan perbaikan jalan di Kelurahan Bukit Pinang, pembangunan drainase di Kelurahan Jawa, hingga pemeliharaan lampu penerangan jalan umum (LPJU).
Novan mengatakan, sejumlah aspirasi telah disampaikan sebelumnya melalui pertemuan dengan para ketua RT. Karena itu, tidak semua usulan dibahas melalui diskusi langsung saat kegiatan reses berlangsung.
“Beberapa aspirasi mereka sudah mereka sampaikan, bahkan ada aspirasi ke depan yang disampaikan,” kata Novan.
Ia mencontohkan kebutuhan penerangan dan perbaikan jalan di kawasan tempat pemakaman umum (TPA) di Kelurahan Bukit Pinang. Kondisi jalan di lokasi tersebut masih berupa agregat.
“Di Kelurahan Bukit Pinang, di TPA, itu memang mereka membutuhkan penerangan dan jalan. Karena jalanannya masih seperti agregat,” ujarnya.
Sementara itu, warga Kelurahan Jawa mengusulkan pembangunan drainase. Novan mengatakan, proposal untuk kebutuhan tersebut telah disiapkan.
“Di Kelurahan Jawa, mereka minta drainase. Proposalnya sudah mereka siapkan, tinggal mereka serahkan,” katanya.
Dalam menentukan prioritas pembangunan, Novan mengatakan, usulan perlu mempertimbangkan manfaat yang dirasakan masyarakat serta tingkat kebutuhan di lapangan. Menurutnya, perbaikan jalan yang kondisinya lebih rusak perlu didahulukan daripada pekerjaan yang hanya bersifat merapikan jalan yang masih layak.
“Prioritas ini apabila pemanfaatan benar-benar dirasakan lebih banyak di masyarakat sekitar,” ujarnya.
Ia menegaskan, penggunaan anggaran juga harus memperhatikan efisiensi dan efektivitas agar pembangunan benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat.
“Hari ini kita harus benar-benar belanja harus betul-betul efisiensi dan memang efektif. Itu yang menjadi perhatian kita utama,” kata Novan.
Selain jalan dan drainase, aspirasi warga mencakup pemeliharaan serta pemasangan LPJU di lingkungan RT. Novan mengatakan, proposal terkait kebutuhan tersebut telah diminta untuk segera disampaikan.
“Ada beberapa RT yang memang mereka perlu pemeliharaan dan pendirian tiang awal. Itu sudah kita minta proposalnya segera dimasukkan,” jelasnya.
Untuk pemeliharaan LPJU, seperti penggantian lampu atau tiang pendukung, Novan menyebut pelaksanaannya ditargetkan pada 2027.
“Kalau khusus pemeliharaan, insya Allah di tahun 2027, kalau hanya ganti lampu atau tiangnya saja, tiang pendukungnya, maka akan bisa terealisasi,” ujarnya.
Novan menambahkan, tidak semua aspirasi dapat langsung direalisasikan karena harus disesuaikan dengan kewenangan dan nomenklatur program pemerintah. Aspirasi di luar pembangunan infrastruktur, seperti bantuan BPJS Kesehatan, dapat diarahkan melalui program pemerintah provinsi maupun pemerintah kota dengan skema penerima bantuan iuran (PBI). (Iqbal Al-Fiqri)













