Suluh Muda Nusantara
  • Home
  • Berita Utama
  • Kaltim
    • Balikpapan
    • Berau
    • Bontang
    • Kubar
    • Kukar
    • Kutim
    • Mahulu
    • Paser
    • PPU
    • Samarinda
  • Advedtorial
    • DPRD Kaltim
    • Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kaltim
    • Dinas Pemuda dan Olahraga Kaltim
    • Diskominfo Kutai Kartanegara
    • Diskominfo Samarinda
    • Diskominfo Kukar
    • DPRD Samarinda
    • Dispora Kaltim
  • Gaya Hidup
  • Hukum & Kriminal
  • Nasional
  • Olahraga
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita Utama
  • Kaltim
    • Balikpapan
    • Berau
    • Bontang
    • Kubar
    • Kukar
    • Kutim
    • Mahulu
    • Paser
    • PPU
    • Samarinda
  • Advedtorial
    • DPRD Kaltim
    • Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kaltim
    • Dinas Pemuda dan Olahraga Kaltim
    • Diskominfo Kutai Kartanegara
    • Diskominfo Samarinda
    • Diskominfo Kukar
    • DPRD Samarinda
    • Dispora Kaltim
  • Gaya Hidup
  • Hukum & Kriminal
  • Nasional
  • Olahraga
No Result
View All Result
Suluh Muda Nusantara
No Result
View All Result
Home Kaltim Kutim

Kolaborasi Pemerintah, Dunia Usaha, dan Generasi Muda Diperkuat melalui SUSTAIN Kutim Fase II

Zahara by Zahara
29 Oktober, 2026
in Kutim
0
Kolaborasi Pemerintah, Dunia Usaha, dan Generasi Muda Diperkuat melalui SUSTAIN Kutim Fase II
FacebookTwitterWhatsapp

SANGATTA – Kolaborasi lintas sektor menjadi salah satu landasan pelaksanaan Program Sustainable Landscape Initiative in Kutai Timur (SUSTAIN Kutim) Fase II. Pemerintah Kabupaten Kutai Timur bersama Deutsche Gesellschaft für Internationale Zusammenarbeit (GIZ) GmbH dan Proforest melanjutkan program ini untuk periode 2026–2030 guna memperkuat pengelolaan lanskap, mendorong perkebunan berkelanjutan, dan meningkatkan manfaat ekonomi bagi masyarakat lokal.

Rangkaian pelaksanaan program berlangsung pada 27–29 Oktober 2026 di Hotel Royal Victoria Sangatta. Agenda kegiatan meliputi Lokakarya Perencanaan Bersama SUSTAIN Kutim Fase II, penyerahan sertifikat ISPO dan RSPO kepada sembilan koperasi pekebun swadaya, Grand Final Lomba Kompetisi Inovasi Pembangunan Berkelanjutan FORMIKA, serta peresmian Fase II oleh Bupati Kutai Timur, Drs. H. Ardiansyah Sulaiman, M.Si., pada 29 Oktober 2026.

Lokakarya dihadiri sekitar 70 peserta yang terdiri atas perwakilan organisasi perangkat daerah, DPRD Kutai Timur, pelaku usaha perkebunan, mitra pembangunan, dan organisasi pelaksana. Para peserta mengevaluasi capaian serta pembelajaran Fase I, merumuskan hasil bersama berikut indikator kunci, dan memperjelas peran serta tanggung jawab untuk pelaksanaan fase berikutnya.

Lokakarya juga menjadi forum untuk memastikan bahwa rencana kegiatan sesuai dengan prioritas kabupaten, bertumpu pada inisiatif yang sudah ada, tidak menggandakan kegiatan, dan memperkuat kepemilikan lokal. Kesepakatan tersebut diharapkan membantu setiap pihak memahami kontribusinya dalam mencapai sasaran program.

Ketua Harian FORMIKA Kutai Timur, Sudirman Latif, melaporkan bahwa pada 27 Oktober 2026 para pihak telah membahas dan menyepakati Kerangka Kerja Sama berupa Hasil-hasil Bersama beserta Indikator Kuncinya. FORMIKA akan terus diperkuat sebagai wadah koordinasi dan konsultasi multipihak yang membantu menyelaraskan langkah pemerintah, pelaku usaha, koperasi, masyarakat, dan mitra pembangunan.

Dalam peluncuran fase kedua, Bupati Ardiansyah menegaskan bahwa pembangunan Kutai Timur harus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Pengembangan kelapa sawit dan karet, menurutnya, perlu mengutamakan peningkatan kesejahteraan petani, penguatan perekonomian lokal, dan perlindungan lingkungan, selain peningkatan produksi. Produk perkebunan juga perlu menjawab tuntutan pasar yang memperhatikan asal-usul produk, standar lingkungan, dan praktik produksi berkelanjutan.

“Kita tidak ingin potensi kelapa sawit dan karet hanya berhenti pada penjualan bahan mentah, tetapi harus mampu membuka peluang usaha, memperkuat peran koperasi, dan memberikan manfaat ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat Kutai Timur,” ujar Bupati.

Program ini meneruskan hasil Fase I yang berlangsung pada 2023–2026. Pada fase pertama, SUSTAIN Kutim mendukung pekebun swadaya memperoleh kepastian penggunaan lahan, meningkatkan kemampuan dalam pengelolaan kebun berkelanjutan, memperkuat organisasi pekebun, dan membangun pola kemitraan rantai pasok dengan perusahaan perkebunan. Program juga mendukung perlindungan areal bernilai konservasi tinggi di tingkat desa dan kabupaten.

Salah satu hasil yang dicapai adalah sertifikasi ISPO dan RSPO bagi sembilan koperasi pekebun swadaya di Kecamatan Bengalon dan Rantau Pulung yang menaungi lebih dari 1.200 pekebun. Empat koperasi berada di Rantau Pulung dan lima lainnya di Bengalon. Sertifikat diserahkan dalam rangkaian peluncuran sebagai bentuk pengakuan terhadap upaya petani dan dukungan pemerintah daerah kepada petani serta penyuluh swadaya.

Bupati menilai sertifikasi sebagai bagian dari upaya meningkatkan daya saing dan mendorong praktik perkebunan yang bertanggung jawab. Namun, penerapan standar harus dijaga melalui pendampingan, peningkatan kapasitas petani, penguatan koperasi, dan akses terhadap pasar. Petani perlu mendapat dukungan agar mampu memenuhi standar keberlanjutan secara konsisten serta memperoleh manfaat ekonomi yang layak.

Fase II memiliki agenda yang luas. Penguatan kelembagaan dan tata kelola diarahkan pada koordinasi keputusan, penanganan konflik perkebunan, harmonisasi kebijakan daerah, integrasi perencanaan perkebunan berkelanjutan ke dalam rencana pembangunan, dan pengembangan sistem pemantauan pemanfaatan lahan. Perlindungan lingkungan meliputi pemulihan bentang alam bernilai ekologis, penilaian Nilai Konservasi Tinggi atau High Conservation Value (HCV), dan inisiatif konservasi untuk menjaga fungsi ekosistem.

Pada sektor produksi, pekebun swadaya dan pekerja perkebunan didorong menerapkan praktik pertanian regeneratif serta Good Agricultural Practices (GAP). Program juga memperkuat produktivitas dan rantai pasok yang dapat ditelusuri serta bebas deforestasi. Pengembangan penghidupan masyarakat dilakukan melalui perbaikan praktik pertanian, diversifikasi sumber pendapatan, dan penguatan koperasi. Investasi swasta dan penyelarasan pengelolaan keuangan publik menjadi bagian dari upaya menjaga keberlanjutan pembiayaan dan perencanaan.

Bupati berharap pelaksanaan SUSTAIN Kutim Fase II memiliki arah kerja yang jelas, pembagian peran terukur, dan evaluasi berkala. Ukuran keberhasilan mencakup kemajuan kapasitas dan produktivitas petani, akses pasar, kesejahteraan masyarakat, serta kualitas lingkungan. Ia mengajak seluruh unsur terkait untuk bekerja bersama agar program memberi hasil konkret, terutama bagi pekebun swadaya.

Keterlibatan generasi muda juga mendapat perhatian melalui Lomba Kompetisi Inovasi Pembangunan Berkelanjutan yang digagas FORMIKA. Lomba ini dirancang untuk menghimpun ide dan konsep yang dapat diterapkan di Kutai Timur, sekaligus memperluas partisipasi pelajar dan mahasiswa dalam agenda pembangunan. Bupati berharap ide yang dihasilkan tidak berhenti sebagai materi kompetisi, tetapi terus dikembangkan menjadi solusi aplikatif.

SUSTAIN Kutim diluncurkan pada 2023 untuk memperkuat kapasitas pemerintah kabupaten, masyarakat lokal, pekebun swadaya, pekerja, dan perusahaan perkebunan dalam mengembangkan produksi kelapa sawit dan karet alam yang berkelanjutan. Fase II mendukung agenda keberlanjutan di tingkat kabupaten, nasional, dan internasional, dengan tujuan mewujudkan Kutai Timur yang lebih berkelanjutan, produktif, dan kompetitif melalui pengurangan deforestasi serta peningkatan mata pencaharian masyarakat.

Program dilaksanakan GIZ dan Proforest sebagai bagian dari Transforming Agricultural Supply Chains (TASC) dan Sustainable Landscape Program in Indonesia. Dukungan pendanaan berasal dari SECO, BMZ, PepsiCo, Nestlé, McDonald’s, dan Barry Callebaut. GIZ merupakan perusahaan federal Jerman yang bergerak dalam kerja sama internasional untuk pembangunan berkelanjutan, sedangkan Proforest adalah organisasi nirlaba global yang mendukung produksi dan pengadaan komoditas pertanian serta kehutanan berkelanjutan, termasuk kedelai, gula, minyak kelapa sawit, kakao, daging sapi, dan kayu.

Melalui kolaborasi pemerintah, dunia usaha, koperasi, akademisi, masyarakat, dan generasi muda, SUSTAIN Kutim Fase II diharapkan memperkuat praktik perkebunan berkelanjutan, menjaga lanskap, serta mendorong ekonomi lokal yang lebih inklusif sampai 2030.(*)

Print 🖨 PDF 📄
Berita Dilihat: 2
Previous Post

Ahmad Vananzda Dorong Keseimbangan Fungsi Ruang Publik dan Usaha di Teras Samarinda

Zahara

Zahara

  • Trending
  • Comments
  • Latest
AMKB Siap Kerahkan Kekuatan Penuh Hadang Aplikator yang Langgar Aturan di Kaltim

AMKB Siap Kerahkan Kekuatan Penuh Hadang Aplikator yang Langgar Aturan di Kaltim

20 Agustus, 2025
Ketua dan Wakil Ketua DPRD Mahulu Bersitegang, Pembahasan Anggaran Berakhir Ricuh

Ketua dan Wakil Ketua DPRD Mahulu Bersitegang, Pembahasan Anggaran Berakhir Ricuh

22 Oktober, 2025
Tambang Ilegal di Kutai Barat: Antara Keuntungan Sesaat dan Ancaman Jangka Panjang

Tambang Ilegal di Kutai Barat: Antara Keuntungan Sesaat dan Ancaman Jangka Panjang

17 Maret, 2025
GMNI Kaltim Mengutuk Kekerasan Terhadap Massa Aksi Koalisi Masyarakat Sipil Kutai Timur

GMNI Kaltim Mengutuk Kekerasan Terhadap Massa Aksi Koalisi Masyarakat Sipil Kutai Timur

12 Oktober, 2023
Ely Hartati Rasyid Soroti Serapan Tenaga Kerja Pembangunan IKN

Ely Hartati Rasyid Soroti Serapan Tenaga Kerja Pembangunan IKN

Era Digital, Fraksi PDIP Sarankan Sosialisasi Nilai-Nilai Pancasila Melalui Media Sosial

Era Digital, Fraksi PDIP Sarankan Sosialisasi Nilai-Nilai Pancasila Melalui Media Sosial

Potret Emir Moeis Temu Kangen dengan Banteng Tua di Balikpapan

Potret Emir Moeis Temu Kangen dengan Banteng Tua di Balikpapan

Diguyur Kabar Baik dari India-Eropa, Harga Batu Bara Bangkit

Diguyur Kabar Baik dari India-Eropa, Harga Batu Bara Bangkit

Kolaborasi Pemerintah, Dunia Usaha, dan Generasi Muda Diperkuat melalui SUSTAIN Kutim Fase II

Kolaborasi Pemerintah, Dunia Usaha, dan Generasi Muda Diperkuat melalui SUSTAIN Kutim Fase II

29 Oktober, 2026
Ahmad Vananzda Dorong Keseimbangan Fungsi Ruang Publik dan Usaha di Teras Samarinda

Ahmad Vananzda Dorong Keseimbangan Fungsi Ruang Publik dan Usaha di Teras Samarinda

28 Oktober, 2026
Ahmad Vananzda Paparkan Agenda Akhir Tahun DPRD Samarinda, Penetapan Raperda hingga Persetujuan APBD 2027

Ahmad Vananzda Paparkan Agenda Akhir Tahun DPRD Samarinda, Penetapan Raperda hingga Persetujuan APBD 2027

28 Oktober, 2026
Wakil Ketua DPRD Kaltim Ekti Imanuel Tegaskan Perusahaan Tambang Wajib Patuhi Aturan Lingkungan

Wakil Ketua DPRD Kaltim Ekti Imanuel Tegaskan Perusahaan Tambang Wajib Patuhi Aturan Lingkungan

28 Oktober, 2026
Suluh Muda Nusantara

Suluhmudanusantara.com merupakan media daring berbasis di Kalimantan Timur dengan tujuan menjangkau Nusantara hingga Internasional.

Terkini

Kolaborasi Pemerintah, Dunia Usaha, dan Generasi Muda Diperkuat melalui SUSTAIN Kutim Fase II

Ahmad Vananzda Dorong Keseimbangan Fungsi Ruang Publik dan Usaha di Teras Samarinda

Informasi

  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak
  • Susunan Redaksi

Follow Sosial Media Kami

© 2024 Suluh Muda Nusantara - All Right Reserved.

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita Utama
  • Kaltim
    • Balikpapan
    • Berau
    • Bontang
    • Kubar
    • Kukar
    • Kutim
    • Mahulu
    • Paser
    • PPU
    • Samarinda
  • Advedtorial
    • DPRD Kaltim
    • Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kaltim
    • Dinas Pemuda dan Olahraga Kaltim
    • Diskominfo Kutai Kartanegara
    • Diskominfo Samarinda
    • Diskominfo Kukar
    • DPRD Samarinda
    • Dispora Kaltim
  • Gaya Hidup
  • Hukum & Kriminal
  • Nasional
  • Olahraga

© 2024 Suluh Muda Nusantara - All Right Reserved.