Samarinda,- Maraknya penggunaan kendaraan bermotor oleh anak-anak di bawah umur menjadi fenomena yang kian umum di Samarinda, baik di kota maupun pedesaan. Fenomena ini mendapat sorotan dari Wakil Ketua Komisi IV DPRD Kota Samarinda, Sani Bin Husein, pada Kamis (11/7/2024).
Sani Bin Husein mengungkapkan kekhawatirannya terhadap risiko kecelakaan lalu lintas yang dihadapi anak-anak yang menggunakan kendaraan pribadi ke sekolah.
Ia mengimbau orang tua untuk menunda memberikan izin kepada anak-anak mereka untuk mengendarai motor atau mobil pribadi.
“Anak-anak di bawah umur yang menggunakan kendaraan pribadi ke sekolah memiliki risiko lebih tinggi mengalami kecelakaan lalu lintas. Orang tua bisa berlangganan pada tukang ojek untuk mengantar jemput anaknya di sekolah setiap hari,” ujar Sani.
Menurut Sani, Samarinda saat ini telah menyediakan berbagai alternatif transportasi umum yang aman, seperti angkutan kota (angkot) dan ojek online.
Politisi dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini berharap adanya langkah-langkah konkret dari pemerintah untuk mengurangi penggunaan kendaraan bermotor oleh anak-anak yang belum memenuhi syarat.
“Kita telah melakukan upaya untuk pengadaan bus sekolah, tapi masih belum detail. Semoga itu segera terealisasi,” pungkasnya.
Dengan adanya langkah-langkah tersebut, diharapkan dapat mengurangi risiko kecelakaan lalu lintas dan meningkatkan keselamatan anak-anak di jalan raya. (ADV)













