Samarinda,- Ketua Komisi II DPRD Samarinda, Fuad Fakhruddin, mengungkapkan bahwa penerapan sistem parkir non tunai di Samarinda masih menghadapi kendala akibat kebiasaan lama masyarakat yang lebih memilih pembayaran tunai.
Fuad mendorong Dinas Perhubungan (Dishub) untuk menggencarkan sosialisasi dan pembinaan juru parkir (jukir) untuk mengatasi masalah ini.
“Program parkir non tunai ini memiliki potensi besar untuk meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD), namun saat ini masih belum maksimal karena masyarakat belum terbiasa dengan sistem ini,” ujar Fuad pada Rabu (24/07/2024).
Fuad menjelaskan bahwa sosialisasi yang dilakukan masih minim, sehingga banyak masyarakat yang merasa bingung tentang cara menggunakan sistem parkir non tunai. Oleh karena itu, ia meminta Dishub untuk lebih aktif dalam memantau jukir dan memastikan bahwa mereka memberikan arahan yang jelas kepada pengguna parkir.
“Jukir harus proaktif dalam mengarahkan masyarakat untuk melakukan pembayaran secara non tunai. Selain itu, edukasi dari Dishub juga perlu ditingkatkan agar masyarakat dapat memahami dan mengadopsi sistem ini dengan lebih baik,” tegasnya.
Fuad optimis bahwa dengan edukasi yang rutin dan pembinaan jukir yang efektif, masyarakat akan terbiasa dengan sistem pembayaran digital ini.
“Memang perubahan tidak mudah, tetapi dengan komitmen bersama dari semua pihak, program parkir non tunai ini dapat berhasil dan memberikan manfaat yang signifikan,” pungkasnya. (ADV)













