Samarinda,- Joha Fajal, Ketua Komisi I DPRD Kota Samarinda, mengusulkan agar Pemerintah Kota Samarinda meningkatkan jumlah juru parkir (jukir) resmi untuk mengatasi permasalahan jukir liar yang semakin meresahkan masyarakat.
Menurutnya, keberadaan jukir liar semakin meluas, terutama di sekitar kafe, warung makan, taman, dan tepian Sungai Mahakam, di mana mereka sering memungut biaya parkir yang tidak sesuai dengan standar.
Joha menyoroti kekhawatiran terkait praktik jukir liar di Tepian Mahakam, di mana para jukir liar menetapkan tarif parkir sembarangan. Ia menyerukan kepada Pemerintah Kota Samarinda untuk lebih aktif menempatkan jukir resmi di setiap kawasan untuk mengatasi masalah ini dan memberikan rasa aman kepada masyarakat.
“Pemkot Samarinda harus lebih aktif menempatkan jukir yang resmi di setiap kawasan untuk menghilangkan praktik jukir liar yang mengganggu,” ujar Joha (25/7/2024)
Ia menekankan bahwa dengan menempatkan jukir resmi, masyarakat dapat merasa lebih aman saat berkunjung ke tempat-tempat umum, dan harga parkir akan lebih terkendali. Pengawasan ketat terhadap keberadaan jukir liar juga dianggap penting untuk mengurangi ketidaknyamanan yang dirasakan oleh masyarakat.
Selain itu, Joha mengajak masyarakat untuk berperan aktif dalam menanggulangi praktik jukir liar dengan melaporkan kejadian yang tidak wajar kepada pihak berwajib.
“Saya mengimbau agar masyarakat berperan aktif dalam menanggulangi praktik jukir liar dengan memberikan laporan jika ada kejadian yang tidak wajar,” pungkasnya. (ADV)













