Samarinda-Ketersediaan Sumber Daya Manusia (SDM) dan pemenuhan Sarana- Prasarana dinilai masih menjadi permasalahan dalam pengembangan pendidikan di kota samarinda.
Ketua Komisi IV DPRD Kota Samarinda, Sri Puji Astuti mengungkapkan bahwa banyak sekolah di Samarinda yang masih kekurangan guru, serta terdapat beberapa kecamatan yang tidak memiliki sekolah, baik di tingkat SMP maupun SMA.
“Gimana mau maju pendidikan kita kalau jumlah gurunya kurang, belum ditambah dengan masalah infrastruktur sekolah yang masih belum memadai,” tegas Sri Puji Astuti, belum lama ini.
Menurutnya, penyelenggaraan pendidikan tidak akan optimal tanpa adanya sinkronisasi antara anggaran dan ketersediaan guru, baik yang berstatus honor, PNS, maupun PPPK.
Kekurangan ini, lanjutnya, menjadi penghambat utama dalam upaya meningkatkan kualitas pendidikan di Samarinda.
Sehingga dengan adanya revisi Peraturan Daerah Nomor 4 Tahun 2013 tentang Penyelenggaraan Pendidikan sebagai langkah solusi.
Revisi ini diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi guru dan murid, serta meningkatkan kualitas pendidikan di Samarinda.
“Perda ini tentunya akan berpihak kepada guru dan murid dan dapat meningkatkan kualitas pendidikan di Samarinda,” jelasnya.
Ia menambahkan bahwa masih banyak aspek yang perlu diperbaiki dalam dunia pendidikan di Samarinda, khususnya terkait sarana dan prasarana yang belum memadai, kebutuhan SDM, serta alokasi anggaran yang perlu diperhatikan dengan lebih serius. (ADV)













