Pemuda Kalimantan Timur diimbau untuk tidak hanya menjadi penonton dalam gelombang pembangunan yang semakin pesat, terutama menjelang hadirnya Ibu Kota Negara (IKN) di wilayah ini. Anggota DPRD Kaltim, Damayanti, mengungkapkan kekhawatirannya terkait rendahnya partisipasi generasi muda dalam sektor kepemimpinan daerah, yang menurutnya harus segera diperbaiki.
Damayanti menegaskan bahwa Kaltim, sebagai provinsi yang berbatasan langsung dengan IKN, membutuhkan lebih banyak pemuda yang siap memimpin dan berkontribusi aktif dalam pembangunan daerah. Ia menyoroti bahwa dengan adanya IKN, tantangan sekaligus peluang besar akan muncul, dan generasi muda harus siap untuk menghadapinya.
“Pemuda Kaltim harus lebih dari sekadar penonton. Mereka harus terlibat aktif dalam setiap aspek pembangunan dan pengambilan keputusan di daerah ini. Kita tidak bisa berharap perubahan tanpa peran pemuda yang lebih besar,” ujar Damayanti, Sabtu (16/11/24).
Menurut data dari Badan Pusat Statistik (BPS), partisipasi pemuda dalam sektor kepemimpinan di Kaltim masih sangat minim. Hal ini, menurut Damayanti, menunjukkan adanya kesenjangan yang harus segera diperbaiki, salah satunya dengan memberi pemuda pelatihan dan kesempatan lebih banyak untuk mengisi posisi-posisi strategis.
“Banyak pemuda yang merasa terhambat dalam mengakses peluang kepemimpinan. Ini harus diubah. Pemerintah bersama organisasi kepemudaan perlu membuka lebih banyak ruang untuk pemuda agar mereka dapat berkembang dan berkontribusi dalam pembangunan daerah,” tambahnya.
Damayanti juga menekankan komitmennya untuk terus mendorong pemberdayaan pemuda, khususnya dalam bidang kepemimpinan. Ia berharap pemerintah daerah dapat lebih fokus memberikan dukungan kepada generasi muda agar mereka dapat mempersiapkan diri menghadapi tantangan besar, terutama dengan adanya IKN yang akan semakin mendekat.
“Pemuda Kaltim harus siap menjadi pemimpin masa depan. Dengan tantangan besar yang datang seiring dengan pembangunan IKN, kita harus memastikan mereka siap menghadapi segala halangan dan peluang yang ada,” tutup Damayanti. (ADV)













