Anggota DPRD Kaltim, Fuad Fakhruddin, mengungkapkan keprihatinannya terhadap kondisi infrastruktur yang menjadi masalah utama dalam reses yang dilaksanakannya di Kota Samarinda. Kegiatan reses yang berlangsung di beberapa kawasan, seperti Sambutan, Jelawat, dan Loa Bakung, mengungkapkan berbagai keluhan warga, terutama terkait dengan kerusakan jalan, saluran drainase yang buruk, dan minimnya penerangan jalan umum.
“Walaupun ada berbagai proyek pembangunan yang sedang berlangsung, masih banyak wilayah yang merasa terabaikan terkait perbaikan infrastruktur dasar,” ujar Fuad, Minggu (17/11/24).
Menurutnya, keluhan warga yang paling sering ditemui adalah soal jalan berlubang yang sudah bertahun-tahun tidak diperbaiki dan buruknya sistem drainase yang mengakibatkan banjir saat hujan.
Fuad juga mencatat, masalah lain yang sering disampaikan warga adalah terkait dengan penerangan jalan umum yang tidak merata.
“Penerangan jalan di beberapa kawasan, khususnya di gang-gang dan pemukiman, sangat terbatas. Hal ini tentu menambah rasa khawatir bagi warga, terutama pada malam hari,” tambah Fuad.
Terkait hal ini, Fuad berkomitmen untuk membawa permasalahan infrastruktur tersebut ke forum DPRD Kaltim dan mendorong agar pemerintah daerah memberikan perhatian lebih terhadap hal tersebut.
“Saya akan menyampaikan aspirasi ini dengan tegas agar masalah jalan, drainase, dan penerangan jalan dapat segera diatasi demi kenyamanan dan keselamatan warga,” tegas Fuad.
Fuad berharap, dengan perhatian lebih terhadap perbaikan infrastruktur, kualitas hidup masyarakat Samarinda dapat meningkat, dan berbagai masalah yang ada dapat segera teratasi.
“Semoga dengan upaya ini, infrastruktur di Samarinda dapat diperbaiki dan memberikan kenyamanan serta keamanan bagi seluruh warga,” tutupnya. (ADV)













