Anggota DPRD Kalimantan Timur, Yonavia, menyuarakan pentingnya penguatan literasi digital dan keamanan siber sebagai bagian tak terpisahkan dari digitalisasi pendidikan. Dalam sebuah pernyataan yang disampaikan pada Selasa (19/11/2024), ia menekankan bahwa meskipun kemajuan teknologi dalam sektor pendidikan terus berkembang, perlindungan terhadap data dan edukasi penggunaan teknologi yang bijak harus menjadi prioritas bersama.
“Proses digitalisasi di sektor pendidikan harus diimbangi dengan peningkatan pemahaman tentang keamanan jaringan dan literasi digital. Tanpa itu, kita sangat rentan terhadap ancaman kejahatan siber yang bisa merusak sistem pendidikan kita,” ungkap Yonavia.
Menurut Yonavia, meskipun berbagai sekolah dan perguruan tinggi di Kaltim sudah mulai mengadopsi fasilitas digital yang canggih, banyak pengajar dan siswa yang belum memiliki keterampilan yang cukup dalam menggunakan teknologi secara aman. Oleh karena itu, ia menekankan perlunya penguatan tidak hanya pada sarana dan prasarana, tetapi juga pada kesiapan mental dan pengetahuan dalam menghadapi tantangan digital.
“Keseimbangan antara infrastruktur digital yang memadai dan penguatan literasi digital harus menjadi prioritas. Ini tidak hanya soal fasilitas, tetapi juga tentang bagaimana memanfaatkan teknologi dengan bijak dan aman,” lanjutnya.
Yonavia juga berharap adanya kerja sama yang lebih erat antara pemerintah pusat dan daerah, terutama dalam memperkuat infrastruktur digital di Kalimantan Timur, agar digitalisasi pendidikan dapat berjalan dengan maksimal. “Kolaborasi antara pemerintah dan sektor pendidikan sangat penting agar proses ini bisa membawa dampak positif terhadap kualitas pendidikan,” tambahnya.
Lebih jauh, Yonavia menyatakan bahwa generasi mendatang harus siap menghadapi dunia yang semakin dipenuhi teknologi. Oleh karena itu, adaptasi sistem pendidikan terhadap perkembangan digital sangat diperlukan untuk membekali anak-anak muda dengan keterampilan yang dibutuhkan di tingkat global.
“Pendidikan yang mampu beradaptasi dengan teknologi akan menghasilkan generasi yang lebih kompetitif dan siap menghadapi tantangan masa depan,” tegasnya.
Tak hanya itu, politisi dari PDI Perjuangan ini juga memperingatkan tentang pentingnya menjaga keamanan data dalam dunia pendidikan digital. Dengan semakin banyaknya informasi sensitif yang dikelola, seperti data siswa dan catatan akademik, perlindungan terhadap data tersebut dari ancaman siber harus menjadi perhatian serius.
“Lembaga pendidikan kini menjadi sasaran empuk bagi penjahat siber. Jika serangan terjadi, dampaknya bisa sangat merugikan, baik itu pencurian data maupun gangguan operasional yang menghambat kelancaran kegiatan pendidikan,” ujar Yonavia.
Menghadapi ancaman tersebut, Yonavia menegaskan perlunya langkah-langkah preventif yang lebih matang untuk menjaga agar dunia pendidikan tetap aman dan efektif, serta dapat memanfaatkan teknologi untuk kemajuan tanpa risiko yang membahayakan. (ADV)













