Menghadapi ancaman Demam Berdarah Dengue (DBD) yang kerap meningkat saat musim pancaroba dan musim hujan, Anggota DPRD Provinsi Kalimantan Timur, Andi Satya Adi Saputra, mengajak semua pihak untuk lebih waspada dan aktif dalam upaya pencegahan. Ia menegaskan, langkah terpadu antara pemerintah dan masyarakat menjadi kunci menekan angka penyebaran penyakit ini.
“Musim pancaroba dari November hingga April adalah periode rawan DBD. Kita perlu memaksimalkan upaya pencegahan dengan memantau dan membersihkan area yang berpotensi menjadi sarang nyamuk Aedes aegypti,” ujar Andi Satya, Rabu (20/11/2024).
Andi juga mengapresiasi langkah pemerintah dalam menerapkan fogging di wilayah yang sering terdampak DBD. Fogging, menurutnya, harus dilakukan secara berkala untuk membasmi nyamuk dewasa dan mencegah penyebaran virus lebih lanjut.
Selain itu, ia mendukung penuh inisiatif Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur yang menjadikan vaksinasi DBD sebagai program unggulan. Vaksinasi ini difokuskan pada anak-anak usia sekolah, terutama di bawah 10 tahun, yang menjadi kelompok paling rentan terkena DBD.
“Program vaksinasi ini langkah inovatif yang sangat baik. Harapannya, melalui vaksinasi, angka kejadian dan kematian akibat DBD bisa ditekan secara signifikan,” jelas politisi dari Partai Golkar tersebut.
Ia juga mengimbau masyarakat untuk lebih peduli terhadap kebersihan lingkungan sebagai bentuk pencegahan mandiri. Andi menekankan pentingnya menghilangkan genangan air yang bisa menjadi tempat berkembang biaknya nyamuk.
“Kami mengajak semua pihak untuk bekerja sama menjaga kebersihan lingkungan, karena tanpa peran masyarakat, upaya pemerintah tidak akan berjalan maksimal,” tambahnya.
Dengan kombinasi program vaksinasi, fogging, dan kesadaran kolektif masyarakat, Andi optimis angka kasus DBD di Kalimantan Timur dapat berkurang drastis. Menurutnya, keberhasilan dalam mengatasi DBD memerlukan sinergi antara pemerintah, legislatif, dan masyarakat.
“DBD adalah ancaman serius, tetapi bisa kita tanggulangi bersama dengan langkah terpadu dan konsisten,” tutupnya. (ADV)













