Anggota DPRD Kalimantan Timur, Selamat Ari Wibowo, memberikan perhatian besar terhadap rencana pemberian insentif kepada petani di wilayah tersebut. Ia mengapresiasi usulan pemberian insentif sebesar Rp 20 juta per bulan, namun menegaskan pentingnya adanya kejelasan terkait mekanisme pelaksanaan program tersebut agar dapat mencapai tujuannya dengan efektif.
Selamat Ari menyebutkan bahwa salah satu aspek yang perlu diperjelas adalah bentuk insentif yang akan diberikan. Apakah akan berupa dana tunai ataukah bantuan dalam bentuk peralatan pertanian dan bahan-bahan lainnya, hal ini perlu disosialisasikan agar petani dapat memanfaatkan bantuan tersebut dengan maksimal.
“Kami perlu tahu mekanisme pastinya, apakah insentif tersebut dalam bentuk uang atau peralatan,” katanya pada Sabtu (23/11/24).
Menurutnya, program insentif ini memiliki potensi besar untuk meningkatkan kesejahteraan petani sekaligus memperkuat sektor pertanian di Kalimantan Timur. Saat ini, daerah tersebut masih bergantung pada pasokan pangan dari luar, dan keberhasilan program ini diharapkan dapat mengurangi ketergantungan tersebut serta mendorong generasi muda untuk terlibat dalam sektor pertanian.
Selain itu, Selamat Ari juga menekankan perlunya transparansi dalam pengelolaan program insentif. Ia menegaskan bahwa pengawasan yang ketat harus diterapkan untuk memastikan bantuan tersebut sampai ke tangan petani yang berhak.
“Transparansi dalam penyaluran bantuan sangat penting agar bantuan ini sampai kepada yang berhak. Mekanisme teknis harus dipastikan jelas,” ujarnya dengan tegas.
Dari sudut pandangnya, jika insentif ini dikelola dengan baik, sektor pertanian di Kalimantan Timur bisa menjadi lebih maju dan memberi kontribusi signifikan bagi perekonomian daerah. Dengan adanya insentif yang tepat sasaran, diharapkan ketahanan pangan di Kaltim dapat meningkat, serta meningkatkan kualitas hidup para petani lokal.
“Dengan insentif yang dikelola dengan baik, saya yakin sektor pertanian di Kaltim bisa lebih berkembang dan memberikan dampak positif bagi pembangunan ekonomi pedesaan,” pungkasnya. (ADV)













