Samarinda– Wali Kota Samarinda, Andi Harun, menyampaikan permohonan maaf kepada warga yang terdampak banjir dan pasca-banjir yang masih mengganggu aktivitas masyarakat. Dalam pernyataannya, ia menegaskan bahwa pemerintah kota bersama Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) serta Balai Wilayah Sungai (BWS) terus berupaya menangani banjir secara bertahap dan berkelanjutan.
“Kami, atas nama pemerintah kota, provinsi, dan Kementerian PUPR, meminta maaf karena program penanganan banjir memang belum tuntas. Harapan untuk Samarinda bebas banjir masih membutuhkan waktu dan proses yang terus berjalan,” ujar Andi Harun.
Menurut data terbaru, luas genangan banjir akibat limpasan Sungai Karang Mumus telah mengalami penurunan signifikan dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.
“Pada tahun 2022, luas genangan mencapai 482 hektare. Awal tahun 2025 ini, area genangan menyusut menjadi 314 hektare. Ini menunjukkan bahwa upaya yang kita lakukan mulai membuahkan hasil, meskipun masih ada pekerjaan besar yang harus diselesaikan,” tambahnya.
Upaya penanggulangan banjir di Samarinda mencakup pembangunan tanggul di sepanjang Sungai Karang Mumus, pengerukan sedimen, serta perbaikan dan pemeliharaan saluran drainase. Namun, Andi Harun menekankan bahwa proyek-proyek ini membutuhkan dukungan berkelanjutan baik dari segi teknis, pendanaan, maupun penyelesaian aspek sosial yang menyertainya.
Salah satu infrastruktur yang menjadi perhatian adalah Jembatan PM Noor, yang dinilai sudah tidak mampu menampung volume air yang melintas.
“Jembatan ini sudah puluhan tahun berdiri, dan perlu dipertimbangkan untuk diganti agar aliran air lebih lancar serta tidak memicu genangan di sekitarnya,” jelasnya.
Pemerintah Kota Samarinda berkomitmen melanjutkan program mitigasi banjir dengan berkoordinasi bersama berbagai pihak, termasuk pemerintah pusat dan masyarakat.
“Kami terus mencari solusi terbaik agar permasalahan ini bisa diatasi secara menyeluruh. Partisipasi warga dalam menjaga lingkungan dan tidak membuang sampah ke sungai juga sangat penting dalam mendukung upaya ini,” pungkas Andi Harun.
Meski tantangan masih ada, tren penurunan luas genangan banjir menjadi harapan baru bagi warga Samarinda. Dengan pendekatan yang sistematis dan kolaboratif, upaya menjadikan Samarinda lebih tahan terhadap banjir perlahan mulai menunjukkan hasil positif. (Mujahid)













