Samarinda – Abdul Giaz kini resmi menjadi anggota DPRD Kalimantan Timur (Kaltim) setelah dilantik melalui mekanisme Penggantian Antar Waktu (PAW), menggantikan Saefuddin Zuhri yang telah naik jabatan sebagai Wakil Wali Kota Samarinda periode 2024-2029. Dalam pengucapan sumpahnya pada Senin (10/2/2025), Abdul Giaz mengawali dengan “Bismillah,” menandakan kesiapannya untuk mengemban amanah rakyat dengan penuh tanggung jawab.
Pelantikan ini menarik perhatian publik, mengingat Abdul Giaz dikenal luas sebagai konten kreator yang vokal dalam menyampaikan berbagai isu sosial dan politik. Ketika ditanya tentang langkah ke depan, ia memilih untuk tidak banyak bicara. “Lihat saja nanti,” ucapnya singkat usai pelantikan di DPRD Kaltim.
Namun, satu hal yang ia tegaskan adalah bahwa dirinya tidak akan meninggalkan dunia konten kreatif. “Harus, wajib,” katanya mantap, menunjukkan tekadnya untuk tetap aktif di dunia digital.
Meskipun kini menjabat sebagai anggota legislatif, gaya komunikasinya yang lugas dan tegas tak lepas dari sorotan. Pemerintah Kota Samarinda sempat mengkritik pendekatannya yang dinilai terlalu frontal. Namun, Abdul Giaz tetap pada pendiriannya. “Bismillah bersama masyarakat, tetapi intinya, Bapak Wali Kota Andi Harun mantap,” ujarnya, memberi sinyal bahwa meskipun ia kritis, ia tetap menjalin hubungan baik dengan pemangku kebijakan daerah.
Ketika ditanya mengenai arah kebijakan dan instruksi dari Partai NasDem, Abdul Giaz hanya menjawab dengan santai. “Yang penting aman,” katanya, memberi kesan bahwa ia telah menyiapkan strategi tersendiri dalam menjalankan tugasnya di parlemen. Meski masih merahasiakan agenda politiknya, ia memberi sinyal bahwa berbagai rencana telah ia pikirkan secara matang.
“Ada banyak di kepala saya, tapi lihat saja nanti, Bismillah,” tambahnya.
Mantan anggota DPRD Kaltim, Saefuddin Zuhri, berharap penggantinya dapat menjalankan amanah dengan baik.
“Semoga Abdul Giaz menjadi anggota DPRD Kaltim yang bisa menyampaikan mana yang salah dan mana yang benar kepada masyarakat. Intinya, berbakti kepada masyarakat dan menjalankan amanah lebih penting,” pesannya.
Dengan latar belakang yang kuat di organisasi, olahraga, dan seni, kehadiran Abdul Giaz di DPRD Kaltim dinantikan publik. Perpaduan antara kiprah politik dan perannya sebagai konten kreator diyakini bisa membawa pendekatan komunikasi yang lebih segar dan inovatif. Apakah ia akan mampu menjawab ekspektasi masyarakat? Semua mata kini tertuju padanya. (Mujahid)













