Samarinda – Gubernur Kalimantan Timur (Kaltim) Rudy Mas’ud merencanakan retret bagi kepala Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) di lingkungan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltim. Program ini bertujuan mempererat kerja sama antarinstansi, meningkatkan kinerja birokrasi, serta membahas isu-isu strategis terkait pemerintahan dan pembangunan daerah. Retret dijadwalkan berlangsung setelah Hari Raya Idulfitri, meski konsepnya masih dalam tahap perancangan.
“Inisiatif ini diharapkan bisa menjadi momentum refleksi bagi OPD Kaltim agar lebih solid dan efisien dalam menjalankan tugasnya,” ujar Rudy Mas’ud pada Rabu (5/3/2025).
Gagasan ini muncul setelah Rudy mengikuti retret serupa untuk kepala daerah di Magelang pada 21-28 Februari 2025. Dalam kegiatan tersebut, ia dan peserta lainnya menjalani pelatihan intensif yang menitikberatkan pada kepemimpinan, kedisiplinan, serta sinergi kerja antara berbagai lembaga pemerintahan.
Menurut Rudy, retret di Magelang berlangsung dengan sistem karantina ketat. Para peserta ditempatkan di tenda dan tidak diperkenankan keluar dari lingkungan Akademi Militer (Akmil). Jadwal kegiatan pun padat, dimulai sejak pukul 04.00 WIB dengan agenda salat Subuh, olahraga, apel pagi, hingga sesi materi dari sejumlah tokoh penting, termasuk para menteri dan mantan presiden.
Rudy menilai retret semacam ini dapat membawa dampak positif bagi pemerintahan daerah, terutama dalam meningkatkan koordinasi dan efektivitas kerja antar-SKPD. Dengan model pelatihan yang ketat dan berbasis kedisiplinan, ia berharap kepala OPD di Kaltim dapat lebih responsif terhadap tantangan pembangunan serta memperkuat hubungan vertikal dan horizontal dalam birokrasi.
“Retret bukan sekadar pelatihan biasa. Ini adalah proses membentuk karakter kepemimpinan yang kuat, membangun mentalitas disiplin, serta menanamkan semangat kerja sama yang lebih baik,” tambahnya.
Dengan adanya rencana ini, diharapkan Pemprov Kaltim dapat menghadirkan tata kelola pemerintahan yang lebih solid dan adaptif terhadap tantangan pembangunan. Retret ini bukan hanya sekadar pertemuan rutin, tetapi sebuah upaya membangun kepemimpinan daerah yang lebih efektif dan visioner.













