PPU – Ketua Komisi II DPRD Penajam Paser Utara (PPU), Tohiron, menyoroti lambatnya pembangunan jalan usaha tani di daerahnya. Ia menilai bahwa biaya pembangunan jalan tani cukup besar, sehingga sulit jika hanya mengandalkan hasil pertanian masyarakat.
“Iya, biayanya cukup mahal. Kalau berharap dari hasil tani saja, ya nggak mungkin. Infrastruktur jalan tani ini memang membutuhkan anggaran besar,” ujarnya. Senin (17/03/2025).
Menurutnya, infrastruktur perumahan di PPU saja masih belum selesai, apalagi untuk pembangunan jalan tani. Namun, ia percaya bahwa proyek ini bisa direalisasikan jika ada perhatian serius dari pemerintah.
“Kalau pemerintah konsisten, pasti bisa. Kita punya banyak alat berat, tinggal kemauan saja,” tambahnya.
Tohiron mengusulkan agar pembangunan jalan usaha tani dilakukan secara bertahap. Dengan demikian, proyek bisa berjalan tanpa membebani anggaran daerah.
“Misalnya jalan usaha tani kita ada 50 kilometer. Kalau dicicil dalam lima tahun, kan bisa selesai. Tinggal dibagi saja per tahunnya,” jelasnya.
Namun, ia juga mengkritisi bahwa laporan perkembangan proyek sering kali hanya sebatas presentasi tanpa kejelasan kondisi di lapangan.
“Di LKPJ selalu dipaparkan ada progres, tapi nyatanya di lapangan masih banyak yang belum selesai. Seperti jalan tani di Petung, itu saja belum tuntas,” tandasnya. (adv)













