Suluh Muda Nusantara
  • Home
  • Berita Utama
  • Kaltim
    • Balikpapan
    • Berau
    • Bontang
    • Kubar
    • Kukar
    • Kutim
    • Mahulu
    • Paser
    • PPU
    • Samarinda
  • Advedtorial
    • DPRD Kaltim
    • Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kaltim
    • Dinas Pemuda dan Olahraga Kaltim
    • Diskominfo Kutai Kartanegara
    • Diskominfo Samarinda
    • Diskominfo Kukar
    • DPRD Samarinda
    • Dispora Kaltim
  • Gaya Hidup
  • Hukum & Kriminal
  • Nasional
  • Olahraga
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita Utama
  • Kaltim
    • Balikpapan
    • Berau
    • Bontang
    • Kubar
    • Kukar
    • Kutim
    • Mahulu
    • Paser
    • PPU
    • Samarinda
  • Advedtorial
    • DPRD Kaltim
    • Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kaltim
    • Dinas Pemuda dan Olahraga Kaltim
    • Diskominfo Kutai Kartanegara
    • Diskominfo Samarinda
    • Diskominfo Kukar
    • DPRD Samarinda
    • Dispora Kaltim
  • Gaya Hidup
  • Hukum & Kriminal
  • Nasional
  • Olahraga
No Result
View All Result
Suluh Muda Nusantara
No Result
View All Result
Home Kaltim

Refleksi Hari Kartini dalam Perspektif Kesarinahan : Perempuan, Rakyat dan Perjuangan yang Belum Usai

Penulis : Rossa Tri Rahmawati Bahri (Kader DPK GMNI FISIP UNMUL)

Zahara by Zahara
20 April, 2025
in Kaltim
0
Refleksi Hari Kartini dalam Perspektif Kesarinahan : Perempuan, Rakyat dan Perjuangan yang Belum Usai

Foto : Rossa Tri Rahmawati Bahri Kader DPK GMNI FISIP UNMUL.

FacebookTwitterWhatsapp

Opini – Hari Kartini bukan sekadar seremoni tahunan yang dirayakan dengan kebaya dan upacara formalitas. Bagi saya, Sarinah Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI), Hari Kartini adalah momen reflektif yang harus dimaknai secara lebih mendalam sebagai pengingat bahwa perjuangan Kartini perjuangan perempuan untuk bebas, berdaulat, dan berdaya belum selesai.

Kartini adalah simbol perjuangan emansipasi perempuan dalam masyarakat feodal kolonial. Melalui surat-suratnya, ia menggugat ketidakadilan sosial, mengkritik keterkungkungan perempuan, dan membayangkan masa depan yang lebih cerah bagi bangsanya. Kartini bukan hanya pejuang gender, ia adalah pemikir kebangsaan yang progresif, seorang pelopor pembebasan dalam semangat kemanusiaan yang utuh.

Sebagai kader Sarinah dalam tubuh Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia, saya memaknai Kartini bukan hanya dari sisi feminisme liberal yang menekankan kesetaraan dalam ruang-ruang elitis, tetapi sebagai bagian dari perjuangan rakyat yang tertindas. Perempuan Indonesia tidak bisa bebas selama bangsa ini masih dijajah oleh bentuk-bentuk ketidakadilan struktural: kemiskinan, eksploitasi tenaga kerja, ketimpangan akses pendidikan, dan kekerasan berbasis gender yang masih masif terjadi.

Perempuan adalah bagian dari rakyat, dan karenanya, perjuangan perempuan tidak dapat dipisahkan dari perjuangan rakyat. Di desa-desa, perempuan tani masih terpinggirkan dari pengambilan keputusan soal lahan dan produksi. Di pabrik-pabrik, buruh perempuan bekerja dalam kondisi upah rendah dan rentan pelecehan. Di kampus pun, suara perempuan seringkali dibungkam dengan dalih norma dan budaya yang membatasi partisipasi mereka di ruang politik mahasiswa.

Di sinilah Sarinah hadir. Saya percaya bahwa perjuangan perempuan harus bersifat membebaskan, kolektif, dan terorganisir. Pembebasan perempuan bukan sekadar masuk ke dalam sistem patriarki, tapi mengubah sistem itu sendiri. Kartini mungkin tidak mengenal istilah marhaenisme, tapi semangatnya untuk memberdayakan yang tertindas, mendobrak belenggu budaya, dan membangun kesadaran selaras dengan nilai-nilai perjuangan Bung Karno.

Saya kader sarinah GMNI, memandang bahwa perempuan bukan objek, tapi subjek sejarah. Perempuan bukan pelengkap gerakan, tapi motor perubahan. Perempuan bukan sekadar “ibu bangsa” dalam tafsir konservatif, melainkan pejuang dalam garis depan perjuangan nasional.

Maka dalam memperingati Hari Kartini, tugas kita bukan hanya mengenang, tapi melanjutkan perjuangan. Membangun kesadaran politik perempuan, mengorganisir massa perempuan marhaen, dan mendorong kebijakan negara yang berpihak pada keadilan sosial. Kita perlu lebih banyak Kartini-Kartini baru yang tidak hanya cerdas, tapi juga sadar kelas dan berani melawan ketimpangan.

“Perempuan itu tiang negeri. Manakala baik perempuan, baiklah negeri. Manakala rusak perempuan, rusaklah negeri.” -soekarno. (Mujahid)

Print 🖨 PDF 📄
Berita Dilihat: 221
Previous Post

Petani dan Nelayan Sambut Baik Peningkatan Jalan Poros Muara Wis

Next Post

Gratispol Dimulai: Gubernur Kaltim Rudy Mas’ud Gandeng 53 Kampus Wujudkan Pendidikan Gratis

Zahara

Zahara

Next Post
Gratispol Dimulai: Gubernur Kaltim Rudy Mas’ud Gandeng 53 Kampus Wujudkan Pendidikan Gratis

Gratispol Dimulai: Gubernur Kaltim Rudy Mas’ud Gandeng 53 Kampus Wujudkan Pendidikan Gratis

  • Trending
  • Comments
  • Latest
AMKB Siap Kerahkan Kekuatan Penuh Hadang Aplikator yang Langgar Aturan di Kaltim

AMKB Siap Kerahkan Kekuatan Penuh Hadang Aplikator yang Langgar Aturan di Kaltim

20 Agustus, 2025
Ketua dan Wakil Ketua DPRD Mahulu Bersitegang, Pembahasan Anggaran Berakhir Ricuh

Ketua dan Wakil Ketua DPRD Mahulu Bersitegang, Pembahasan Anggaran Berakhir Ricuh

22 Oktober, 2025
GMNI Kaltim Mengutuk Kekerasan Terhadap Massa Aksi Koalisi Masyarakat Sipil Kutai Timur

GMNI Kaltim Mengutuk Kekerasan Terhadap Massa Aksi Koalisi Masyarakat Sipil Kutai Timur

12 Oktober, 2023
Jembatan Nibung Diduga Bermasalah, Pemuda Kaubun Desak Audit BPK dan Monitoring Kejati

Jembatan Nibung Diduga Bermasalah, Pemuda Kaubun Desak Audit BPK dan Monitoring Kejati

14 Februari, 2026
Ely Hartati Rasyid Soroti Serapan Tenaga Kerja Pembangunan IKN

Ely Hartati Rasyid Soroti Serapan Tenaga Kerja Pembangunan IKN

Era Digital, Fraksi PDIP Sarankan Sosialisasi Nilai-Nilai Pancasila Melalui Media Sosial

Era Digital, Fraksi PDIP Sarankan Sosialisasi Nilai-Nilai Pancasila Melalui Media Sosial

Potret Emir Moeis Temu Kangen dengan Banteng Tua di Balikpapan

Potret Emir Moeis Temu Kangen dengan Banteng Tua di Balikpapan

Diguyur Kabar Baik dari India-Eropa, Harga Batu Bara Bangkit

Diguyur Kabar Baik dari India-Eropa, Harga Batu Bara Bangkit

Sekretaris DPD PDI Perjuangan Kaltim, Ananda Emira Moeis dan jajaran kepengurusan saat memimpin sidang Musancab PDI Perjuangan Kukar.

PDI Perjuangan Kukar Tergetkan 19 Kursi Pemilu 2029, Ananda Pesankan Soliditas dan Kerja Kerakyatan

25 April, 2026
Krisis Guru Samarinda, Novan Soroti Keterbatasan Kewenangan Daerah Dalam Perekrutan

Krisis Guru Samarinda, Novan Soroti Keterbatasan Kewenangan Daerah Dalam Perekrutan

25 April, 2026
Respon Tuntutan Aksi 214, Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kaltim, Siap Jalankan Hak Angket

Respon Tuntutan Aksi 214, Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kaltim Siap Jalankan Hak Angket

24 April, 2026
Konsumsi BBM Turun, WFH Samarinda Dinilai Efisien dan Terkontrol

Konsumsi BBM Turun, WFH Samarinda Dinilai Efisien dan Terkontrol

23 April, 2026
Suluh Muda Nusantara

Suluhmudanusantara.com merupakan media daring berbasis di Kalimantan Timur dengan tujuan menjangkau Nusantara hingga Internasional.

Terkini

PDI Perjuangan Kukar Tergetkan 19 Kursi Pemilu 2029, Ananda Pesankan Soliditas dan Kerja Kerakyatan

Krisis Guru Samarinda, Novan Soroti Keterbatasan Kewenangan Daerah Dalam Perekrutan

Informasi

  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak
  • Susunan Redaksi

Follow Sosial Media Kami

© 2024 Suluh Muda Nusantara - All Right Reserved.

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita Utama
  • Kaltim
    • Balikpapan
    • Berau
    • Bontang
    • Kubar
    • Kukar
    • Kutim
    • Mahulu
    • Paser
    • PPU
    • Samarinda
  • Advedtorial
    • DPRD Kaltim
    • Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kaltim
    • Dinas Pemuda dan Olahraga Kaltim
    • Diskominfo Kutai Kartanegara
    • Diskominfo Samarinda
    • Diskominfo Kukar
    • DPRD Samarinda
    • Dispora Kaltim
  • Gaya Hidup
  • Hukum & Kriminal
  • Nasional
  • Olahraga

© 2024 Suluh Muda Nusantara - All Right Reserved.