Samarinda – Kebijakan pemerintah yang kembali memperbolehkan instansi menggelar kegiatan di hotel disambut positif sebagai langkah pemulihan sektor perhotelan.
Namun, Anggota Komisi IV DPRD Kalimantan Timur, Sarkowi V Zahry, mengingatkan bahwa implementasi kebijakan ini tidak boleh hanya menguntungkan hotel-hotel besar.
Ia menekankan pentingnya pemerataan akses bagi hotel kecil agar bisa ikut pulih dan tumbuh bersama.
Menurut Sarkowi, hotel-hotel non-bintang selama ini menjadi pihak paling terdampak ketika efisiensi anggaran diberlakukan dan kegiatan dinas dialihkan ke fasilitas milik negara.
Banyak di antaranya kehilangan sumber pendapatan utama, bahkan terpaksa memangkas operasional hingga merumahkan karyawan.
“Kebijakan baru ini adalah peluang penting untuk bangkit. Tapi jangan sampai yang menikmati hanya pelaku besar. Hotel kecil juga harus diberi akses yang setara,” tegasnya, Sabtu (28/6/2025).
Ia melihat bahwa kegiatan pemerintahan berskala kecil hingga menengah seperti pelatihan, bimbingan teknis, atau rapat koordinasi sangat memungkinkan diarahkan ke hotel lokal.
Namun untuk mewujudkan hal itu, menurutnya, butuh komitmen dari pemerintah daerah agar manfaat kebijakan ini tidak terpusat pada segelintir pelaku usaha saja.
“Pemerintah daerah harus hadir, membuat pengaturan yang memberi ruang adil bagi hotel kecil. Jangan serahkan sepenuhnya ke mekanisme pasar, karena yang kecil pasti tertinggal,” ujarnya.
Sarkowi juga mengimbau para pelaku usaha hotel kecil untuk tidak hanya menunggu bola. Ia mendorong mereka agar aktif menjalin komunikasi dengan instansi pemerintah dan terus meningkatkan kualitas layanan agar sesuai dengan kebutuhan kegiatan formal.
“Kalau pelaku kecil pasif, mereka bisa kalah sebelum bersaing. Perlu inovasi dan strategi, mulai dari fasilitas hingga pendekatan ke instansi,” katanya.
Lebih jauh, ia menekankan bahwa pemulihan hotel-hotel kecil tidak hanya menyentuh aspek ekonomi semata, melainkan berdampak luas pada sektor lain.
Keberlangsungan usaha mereka ikut menggerakkan roda perekonomian lokal, dari penyedia makanan, jasa transportasi, hingga tenaga kerja setempat.
“Ini bukan soal industri perhotelan saja. Ini tentang ekosistem ekonomi daerah. Ketika hotel kecil hidup kembali, maka denyut ekonomi masyarakat sekitar juga ikut pulih,” tutup Sarkowi. (ADV DPRD KALTIM)
Penulis NA













