Samarinda — Upaya Pemerintah Kota Samarinda dalam membangun Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSA) mendapat dukungan penuh dari Anggota DPRD Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim), Subandi.
Menurutnya, langkah tersebut merupakan inovasi penting untuk menjawab dua tantangan sekaligus: krisis pengelolaan sampah dan kebutuhan energi alternatif yang berkelanjutan.
Subandi menyebut bahwa volume sampah di Samarinda sudah mencapai titik kritis, dan tidak lagi bisa ditangani hanya dengan cara-cara konvensional.
Ia menegaskan bahwa keberadaan PLTSA akan menjadi solusi jangka panjang yang tak hanya menyelesaikan persoalan tumpukan sampah, tapi juga mampu menghasilkan manfaat tambahan berupa energi.
“Selama ini, pengelolaan sampah kita hanya memindahkan masalah dari satu titik ke titik lain. Dengan PLTSA, sampah bisa diurai menjadi energi. Ini bentuk pemanfaatan limbah secara produktif dan ramah lingkungan,” ujarnya, Minggu (6/7/25).
Rencana pembangunan PLTSA akan difokuskan di TPA Sambutan, yang juga tengah ditata ulang agar menjadi kawasan pengelolaan sampah terpadu. Proyek ini ditargetkan mulai beroperasi pada akhir 2025 dan menjadi bagian dari visi Pemkot Samarinda untuk masuk dalam jajaran 10 kota terbaik pengelola sampah secara nasional pada tahun 2026.
Subandi mengapresiasi rencana pendanaan proyek yang akan melibatkan investor asing dari Malaysia dan Korea Selatan.
Ia menilai keterlibatan swasta sebagai langkah realistis untuk meringankan beban APBD, sekaligus mempercepat proses pembangunan.
“Kalau pembangunan ini bisa dibiayai investor, pemerintah bisa fokus pada kebutuhan lain yang masih belum terpenuhi. Saya sepakat PLTSA dikerjakan swasta, asal regulasinya tetap dikawal,” tegasnya.
Namun, ia mengingatkan bahwa keberhasilan program ini tidak hanya ditentukan oleh teknologi dan pendanaan, tetapi juga kesadaran masyarakat dalam mengelola sampah rumah tangga.
Ia mengimbau warga untuk mulai memilah sampah organik dan non-organik serta membuangnya sesuai jadwal yang ditetapkan.
“Kebersihan kota adalah tanggung jawab bersama. Tanpa keterlibatan warga, teknologi canggih sekalipun tidak akan maksimal,” tuturnya.
Dengan kolaborasi pemerintah, swasta, dan masyarakat, ia optimistis PLTSA bisa menjadi tonggak penting dalam menciptakan Samarinda yang bersih, modern, dan berkelanjutan.(ADV DPRD KALTIM)
Penulis : NA













