TENGGARONG, — Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) melalui Dinas Pekerjaan Umum (PU) resmi memulai pembangunan jembatan penghubung antara Desa Teluk Dalam dan Desa Jongkang.
Sebagai langkah awal dan demi menjaga mobilitas warga, jembatan sementara jenis Bailey telah disiapkan dan hampir rampung pengerjaannya.
Proyek ini, menurut Kabid Bina Marga Dinas PU Kukar Linda Juniarti melalui Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Dinas PU Kukar, Trias Tono, mencakup dua kegiatan dengan sumber pembiayaan berbeda, dan salah satunya adalah pemasangan jembatan Bailey, yang bersifat sementara dan dapat dipindahkan ke lokasi lain jika dibutuhkan.
“Pada tahun anggaran 2025, hanya satu titik jembatan yang didanai, yang semula Kami mengusulkan dua titik pembangunan di sisi kanan dan kiri sungai,” ungkap Trias saat dikonfirmasi, Selasa (3/6/2026).
Ia menambahkan bahwa proyek ini, merupakan kelanjutan dari program multiyears tahun 2011, yang ditujukan untuk membuka akses di wilayah rawan banjir.
Lebih lanjut, pembangunan jembatan tersebut menjadi bagian dari rencana strategis jangka panjang, untuk membuka jalur tembus hingga ke Jembatan Loa Lepu dan menuju kawasan Loa Gagak.
Rencana pembebasan lahan juga telah disusun, dan ditargetkan bisa terealisasi tahun ini, meski sejumlah rumah warga masih dalam proses verifikasi.
“Tahun ini, Kami fokuskan pekerjaan di sisi kiri dari arah Tenggarong, dan jembatan Bailey di sisi kanan sudah hampir 100 persen selesai, sedangkan akses masuk masih kami perbaiki,” jelasnya.
Ia menuturkan, komponen utama seperti tiang pancang sudah berada di lokasi proyek.
Sedangkan untuk girder jembatan permanen, masih menunggu penyelesaian fondasi dan abutment.
Jembatan yang akan dibangun memiliki panjang 16 meter dan lebar total 9 meter, termasuk trotoar masing-masing 1 meter di sisi kanan dan kiri.
Meski jembatan Bailey mampu menahan beban hingga 45 ton, pembatasan tonase diberlakukan maksimal hanya 20 ton demi keselamatan pengguna jalan.
“Kami batasi untuk mencegah kendaraan bertonase berat, seperti trailer melintas yang dapat merusak struktur sementara,” terang Trias.
Koordinasi lintas sektor dan uji coba teknis, akan dilakukan sebelum pekerjaan besar dimulai, guna memastikan pengerjaan berlangsung tanpa hambatan.
Selain itu, Dinas PU Kukar telah menerapkan rekayasa lalu lintas di sekitar lokasi pembangunan, menyusul padatnya arus kendaraan.
Bahkan, sempat terjadi kecelakaan lalu lintas yang menelan korban jiwa, sehingga pihak kepolisian melibatkan Dinas PU Kukar dalam penanganan teknis di lapangan.
“Sempat ada wacana penutupan total jalan, tetapi pimpinan dan Bupati memutuskan tetap membuka akses, dengan sistem buka-tutup, agar mobilitas warga tetap berjalan,” ujar Trias.
Ia menambahkan, pengumuman resmi mengenai pengoperasian Jembatan Bailey, serta aturan pembatasan tonase akan disampaikan melalui kanal informasi Dinas PU Kukar, dan media sosial pemerintah dalam waktu dekat. (Adv-DPU Kukar)














