TENGGARONG, — Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) resmi menggelar Rapat Rancangan Awal Rencana Strategis (Renstra) Tahun 2025 di ruang rapat Kantor Dinas PU Kukar, Senin (14/7/2025).
Rapat ini, menjadi pijakan awal dalam menyusun arah kebijakan, dan strategi pembangunan infrastruktur lima tahun ke depan.
Mengusung tema “Menuju Pembangunan Infrastruktur yang Lebih Terarah”, kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Kepala Dinas PU Kukar, Wiyono, dan dihadiri Kepala Bidang Cipta Karya Muhammad Jamil serta unsur perencana teknis.
Salah satu yang menjadi perhatian dalam forum tersebut adalah penekanan Wiyono terhadap pentingnya keselarasan antar bidang, dalam membangun infrastruktur berbasis kebutuhan masyarakat.
Menanggapi arahan tersebut, Kepala Bidang Cipta Karya Dinas PU Kukar, Muhammad Jamil, menegaskan bahwa pihaknya siap mengimplementasikan arahan strategis tersebut melalui program-program prioritas di bidang tata bangunan, permukiman, dan pelayanan dasar infrastruktur lainnya.
“Arahan Pak Kadis sangat jelas: pembangunan ke depan harus terencana, fokus, dan berdampak langsung,” ucapnya.
“Di Bidang Cipta Karya, Kami akan memastikan setiap langkah pembangunan mengacu pada kebutuhan riil masyarakat, dan sesuai dengan tata ruang wilayah,” ujar Jamil saat ditemui usai rapat.
Menurut Jamil, Renstra ini menjadi kesempatan untuk memperkuat peran Cipta Karya, dalam penyediaan infrastruktur dasar seperti air bersih, sanitasi, pengelolaan limbah, serta penataan kawasan permukiman yang layak huni.
Ia menyebut bahwa fokus pembangunan bukan hanya di wilayah perkotaan, tetapi juga menyasar kawasan pedesaan dan wilayah terpencil di Kukar.
“Kami akan dorong pemerataan infrastruktur permukiman dan pelayanan dasar ke desa-desa, dan Tidak boleh lagi ada ketimpangan antara kawasan pesisir, pedalaman, dan pusat kota,” tegasnya.
Jamil juga menjelaskan bahwa dalam penyusunan Renstra ini, pihaknya telah mengidentifikasi sejumlah isu strategis yang harus segera ditangani, antara lain keterbatasan akses air bersih di beberapa Kecamatan, penataan kawasan kumuh, serta kebutuhan pembangunan fasilitas publik yang mendukung aktivitas masyarakat.
Lebih lanjut, Muhammad Jamil menegaskan pentingnya sinergi antara Bidang Cipta Karya dengan bidang-bidang lain di lingkungan Dinas PU Kukar.
Ia menyampaikan bahwa, keberhasilan implementasi Renstra tidak dapat dicapai secara sektoral, tetapi melalui pendekatan integratif dan kolaboratif.
“Kami akan memperkuat koordinasi dengan bidang lain seperti Bina Marga dan Sumber Daya Air, agar perencanaan infrastruktur berjalan harmonis, dan ini juga menjadi langkah penting, untuk meningkatkan efisiensi anggaran dan kualitas pembangunan,” imbuhnya.
Selain menyusun program baru, Jamil juga menyoroti pentingnya evaluasi terhadap program-program sebelumnya yang belum optimal.
Hal ini, menurutnya, menjadi pelajaran penting agar pelaksanaan program ke depan dapat lebih tepat sasaran.
Di akhir pernyataannya, Jamil menyampaikan harapan agar dokumen Renstra 2025 tidak hanya menjadi formalitas, tetapi benar-benar menjadi pedoman kerja yang aplikatif dan berorientasi pada pelayanan masyarakat.
“Kami ingin memastikan bahwa hasil dari Renstra ini benar-benar menyentuh kebutuhan masyarakat, dan harapannya, infrastruktur yang dibangun dapat mendorong pertumbuhan ekonomi lokal dan meningkatkan kualitas hidup warga Kukar secara berkelanjutan,” tutupnya. (Adv-DPU Kukar)














