Balikpapan,- Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan informasi mengenai potensi gelombang tinggi di sejumlah wilayah perairan Kalimantan Timur (Kaltim) pada 16–19 Agustus 2026.
Berdasarkan informasi yang disampaikan Stasiun Meteorologi Kelas I Sultan Aji Muhammad Sulaiman Sepinggan Balikpapan, tinggi gelombang diperkirakan berkisar antara 1,25 hingga 2,5 meter di sejumlah perairan Kaltim.
Wilayah yang berpotensi mengalami kondisi tersebut meliputi Perairan Penajam–Balikpapan, Perairan Kutai Kartanegara–Bontang, serta Perairan Kutai Timur.
BMKG mencatat kondisi angin di wilayah prakiraan secara umum bertiup dari arah tenggara hingga barat dengan kecepatan sekitar 6–25 knot.
Sementara itu, berdasarkan kondisi sinoptik, BMKG tidak menemukan adanya daerah pertumbuhan awan atau gangguan tropis, daerah konvergensi, maupun area tekanan rendah yang signifikan di wilayah tersebut.
BMKG mengingatkan kondisi gelombang dan angin tersebut dapat berisiko terhadap keselamatan pelayaran, khususnya bagi kapal-kapal berukuran kecil.
Perahu nelayan diimbau meningkatkan kewaspadaan apabila kecepatan angin mencapai 15 knot dan tinggi gelombang mencapai 1,25 meter.
Sementara kapal tongkang perlu mewaspadai kondisi apabila kecepatan angin mencapai 16 knot dengan tinggi gelombang hingga 1,5 meter.
Masyarakat yang beraktivitas di laut, termasuk nelayan dan pelaku pelayaran, diimbau memperhatikan informasi cuaca dan gelombang dari BMKG serta mempertimbangkan kondisi tersebut sebelum melakukan aktivitas di perairan.
Peringatan ini menjadi bagian dari upaya meningkatkan kewaspadaan masyarakat terhadap potensi risiko keselamatan pelayaran selama periode 16–19 Agustus 2026.
BMKG mengimbau masyarakat untuk terus memantau perkembangan informasi cuaca dan gelombang melalui kanal resmi BMKG.












