BONTANG – Lima belas tahun lalu, Joni Alla Padang datang ke Bontang bukan sebagai politisi. Ia hanyalah seorang perantau dari Toraja yang membawa bekal pendidikan kehutanan dan tekad mencari penghidupan di tanah rantau.
Kini, namanya berdiri di jajaran pimpinan DPRD Kota Bontang. Selasa, 1 September 2026, menjadi salah satu titik penting dalam perjalanan hidupnya.
Di Gedung DPRD Bontang, Joni Alla Padang resmi dilantik sebagai Wakil Ketua II DPRD Kota Bontangmenggantikan Almarhum Maming untuk sisa masa jabatan 2024-2029
Dengan suara mantap, ia mengucapkan sumpah jabatan di hadapan Ketua Pengadilan Negeri Bontang.
“Demi Tuhan saya berjanji bahwa saya akan memenuhi kewajiban saya sebagai Wakil Ketua DPRD Bontang dengan sebaik-baiknya dan seadil-adilnya sesuai dengan peraturan perundang-undangan dengan berpedoman pada Pancasila dan Undang-Undang Dasar Tahun 1945.”
Ia juga berjanji menjalankan kewajibannya dengan sungguh-sungguh demi tegaknya kehidupan demokrasi serta mengutamakan kepentingan bangsa dan negara.
Bagi Joni, jabatan tersebut bukan sekadar posisi politik. “Saya bersyukur dan berterima kasih atas kepercayaan yang diberikan,” ucapnya seusai pelantikan.
Ketua PDI Perjuangan Kota Bontang itu menyebut jabatan yang kini dipercayakan kepadanya sebagai amanah dan tanggung jawab untuk memberikan yang terbaik bagi masyarakat.
Berawal dari Perantauan
Joni Alla Padang lahir di Toraja, 7 Juni 1981. Perjalanan hidupnya kemudian membawanya meninggalkan tanah kelahiran menuju Kalimantan.
Sekitar 15 tahun lalu, ia memilih Bontang sebagai tempat untuk membangun kehidupan. Latar belakang pendidikannya adalah kehutanan.
Ia merupakan lulusan S1 Kehutanan Universitas Hasanuddin (Unhas), sebelum kemudian melanjutkan pendidikan S2 Ilmu Lingkungan di Universitas Mulawarman.
Setibanya di Kalimantan, Joni bekerja di sejumlah perusahaan pertambangan.
Ia pernah berkarier di PT Bukit Baiduri Energi, PT Darma Henwa, PT Thiess hingga PT Indominco.
Selama bertahun-tahun menjadi pekerja, pengalaman di dunia profesional menjadi bagian penting dalam perjalanan hidupnya.
Namun, Joni tidak ingin selamanya menjadi karyawan.
Setelah sekitar lima tahun bergelut di dunia kerja, ia memilih berdikari. Ia membangun usaha supplier barang dan jasa.
Usaha tersebut berkembang. Dari seorang pekerja, Joni kemudian menjelma menjadi pengusaha. Dunia bisnis memberinya pengalaman lain.
Ia mengelola sejumlah perusahaan dan dipercaya menduduki posisi pimpinan di beberapa perusahaan yang bergerak di bidang berbeda.
Tetapi pada 2019, arah perjalanan hidupnya kembali berubah. Joni memilih masuk ke dunia politik praktis.
Dari Pengusaha ke Panggung Politik
Keputusan terjun ke politik membawa Joni semakin dekat dengan masyarakat dan organisasi politik.
Ia dipercaya menjadi Wakil Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Bontang periode 2019-2024.
Di tengah kesibukannya sebagai pengusaha dan aktivis organisasi, Joni mulai membangun basis politiknya.
Puncaknya terjadi pada Pemilu Legislatif 2024.
Untuk pertama kalinya mengikuti kontestasi pemilihan legislatif, Joni maju dari Daerah Pemilihan Bontang Barat. Hasilnya di luar dugaan.
Ia berhasil meraih 3.229 suara, sekaligus menjadi peraih suara terbanyak di dapil tersebut. Raihan suara itu mengantarkannya ke kursi DPRD Bontang.
Lebih menarik lagi, kursi DPRD dari Bontang Barat memiliki nilai historis bagi PDI Perjuangan. Partai tersebut kembali memperoleh kursi dari wilayah itu setelah sekitar dua dekade absen.
Perjalanan politik Joni pun tidak berhenti di sana.
Kini, sekitar dua tahun setelah berhasil menembus parlemen melalui Pemilu 2024, ia dipercaya mengisi posisi Wakil Ketua II DPRD Kota Bontang.
Membawa Pengalaman ke Gedung Dewan
Perjalanan Joni yang berangkat dari dunia kehutanan, kemudian bekerja di sektor pertambangan, membangun usaha, aktif berorganisasi dan akhirnya masuk ke politik membuatnya memiliki pengalaman dari berbagai sisi.
Ia pernah merasakan posisi sebagai pekerja, pengusaha sekaligus pengurus partai politik. Pengalaman tersebut kini dibawanya ke gedung parlemen.
Di luar dunia politik dan bisnis, Joni juga aktif dalam sejumlah organisasi. Ia pernah berkecimpung dalam organisasi mahasiswa dan pencinta alam, menjadi Ketua PUKAT Bontang periode 2015-2017, Bendahara Vox Point Indonesia Kaltim sejak 2017, serta Ketua Kerukunan Makale Bontang sejak 2019.
Berbagai pengalaman itu menjadi bagian dari perjalanan yang akhirnya membawanya ke kursi pimpinan DPRD.
Namun, jabatan baru tersebut sekaligus membawa konsekuensi yang lebih besar.
Sebagai Wakil Ketua II DPRD Bontang, Joni tidak hanya membawa nama pribadi maupun partai.
Ia juga membawa mandat masyarakat yang memilihnya melalui Pemilu 2024.
Sumpah yang diucapkannya menjadi pengingat bahwa perjalanan dari seorang perantau hingga menjadi pimpinan parlemen bukanlah akhir. Justru, dari kursi itulah tanggung jawab yang lebih besar dimulai.
Dari tanah Toraja ia berangkat. Dari dunia pertambangan ia belajar. Dari dunia usaha ia tumbuh. Dari politik ia mendapat kepercayaan.
Dan kini, Joni Alla Padang menghadapi babak baru, membuktikan kepercayaan masyarakat dari kursi pimpinan DPRD Kota Bontang.













