Kutai Timur – Upaya memperkuat nilai-nilai kebangsaan terus digencarkan DPRD Kalimantan Timur melalui sosialisasi Peraturan Daerah (Perda). Anggota DPRD Kaltim, Safuad, menggelar Sosialisasi Perda Nomor 9 Tahun 2023 tentang Penyelenggaraan Pendidikan Pancasila dan Wawasan Kebangsaan, di Jalan Gemini, Kelurahan Singa Gembara, Kecamatan Sangatta Utara, Sabtu (18/4/2026) pukul 11.00 Wita.
Kegiatan ini dihadiri oleh masyarakat setempat yang antusias mengikuti pemaparan materi serta diskusi terkait pentingnya menjaga dan mengamalkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari.
Dalam sambutannya, Safuad menegaskan bahwa Perda tersebut merupakan langkah strategis dalam memperkuat jati diri bangsa di tengah arus globalisasi dan perkembangan teknologi yang semakin pesat.
“Pancasila bukan hanya dasar negara, tetapi juga pedoman hidup. Melalui Perda ini, kita ingin memastikan nilai-nilai tersebut benar-benar dipahami dan diamalkan oleh masyarakat,” ujarnya.
Ia juga menyoroti pentingnya peran masyarakat dalam menjaga persatuan dan kesatuan bangsa, terutama di tengah keberagaman yang menjadi kekuatan Indonesia.
“Keberagaman adalah kekuatan kita. Namun tanpa pemahaman Pancasila yang baik, hal itu bisa menjadi potensi konflik. Di sinilah pentingnya wawasan kebangsaan,” tegasnya.
Sementara itu, narasumber Bahar menekankan bahwa pendidikan Pancasila harus dimulai dari lingkungan terkecil, yakni keluarga, sebelum diperluas ke masyarakat.
“Penanaman nilai Pancasila tidak cukup di sekolah saja. Keluarga memiliki peran besar dalam membentuk karakter kebangsaan seseorang,” jelasnya.
Ia juga mengingatkan bahwa tantangan ideologi di era digital semakin kompleks, sehingga masyarakat perlu memiliki filter nilai yang kuat.
Narasumber lainnya, Mukhtar, menambahkan bahwa implementasi wawasan kebangsaan harus diwujudkan dalam tindakan nyata, seperti toleransi, gotong royong, dan kepedulian sosial.
“Wawasan kebangsaan bukan sekadar teori. Ia harus tercermin dalam sikap kita sehari-hari, bagaimana kita menghargai perbedaan dan menjaga kebersamaan,” ungkapnya.
Diskusi yang dipandu oleh moderator Tomas Pali berlangsung hangat dan interaktif.
Peserta menyampaikan berbagai pandangan terkait kondisi sosial masyarakat serta tantangan dalam menjaga nilai kebangsaan di era modern.
Beberapa warga juga berharap agar kegiatan sosialisasi seperti ini terus dilakukan secara berkelanjutan, sehingga pemahaman masyarakat terhadap nilai-nilai Pancasila semakin meningkat.
Menutup kegiatan, Safuad kembali menegaskan pentingnya kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat dalam mengimplementasikan Perda tersebut.
“Perda ini akan efektif jika kita semua terlibat. Menjaga Pancasila adalah tanggung jawab bersama,” pungkasnya.
Melalui kegiatan ini, diharapkan semangat kebangsaan masyarakat semakin kuat dan mampu menjadi fondasi dalam menghadapi berbagai tantangan, sekaligus mempererat persatuan di tengah keberagaman.













