Anggota DPRD Kalimantan Timur, Darlis Pattalongi, memberikan tanggapan terhadap rencana Kementerian Kesehatan (Kemenkes) yang akan meluncurkan program skrining kesehatan gratis bagi masyarakat yang berulang tahun mulai 2025. Meskipun mendukung inisiatif tersebut untuk meningkatkan kesadaran kesehatan, Darlis mengingatkan pentingnya kesiapan fasilitas kesehatan dan tenaga medis dalam menyukseskan program ini.
Menurut Darlis, meskipun program ini sangat bermanfaat untuk deteksi dini masalah kesehatan, pelaksanaannya harus memperhitungkan kesiapan infrastruktur yang ada. Ia menilai bahwa banyak rumah sakit di Kalimantan Timur yang masih menghadapi kesulitan dalam menangani kondisi darurat, sehingga perlu perhatian serius untuk memperbaiki fasilitas sebelum memperkenalkan program ini.
“Memang penting untuk mendorong masyarakat melakukan pemeriksaan kesehatan, tetapi kita harus melihat kenyataan di lapangan. Banyak rumah sakit yang sudah kewalahan dalam menghadapi keadaan darurat. Bagaimana program ini bisa berhasil jika fasilitas dan tenaga medis kita belum siap?” tegas Darlis, Sabtu (16/11/24).
Darlis lebih lanjut menekankan bahwa pemerintah sebaiknya memprioritaskan peningkatan kapasitas pelayanan darurat dan memperkuat fasilitas kesehatan yang ada, sebelum menjalankan program sekunder seperti skrining kesehatan gratis.
“Langkah pertama haruslah memperkuat sistem kesehatan yang sudah ada, terutama untuk penanganan darurat. Tanpa adanya infrastruktur dan tenaga kesehatan yang memadai, program ini berisiko menambah beban yang sudah ada,” ungkap Darlis.
Sebagai penutup, Darlis meminta agar pemerintah melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kesiapan fasilitas kesehatan sebelum meluncurkan program ini, agar manfaat yang diharapkan dapat tercapai tanpa menambah masalah dalam pelayanan kesehatan yang sudah ada.
“Sebelum melaksanakan program ini, pastikan kita sudah benar-benar siap. Jangan sampai niat baik ini justru memperburuk kondisi pelayanan medis yang sudah kekurangan,” tutupnya. (ADV)













