YOGYAKARTA – Rombongan Dinas Koperasi, Usaha Kecil, dan Menengah (Diskop UMKM) Kabupaten Kutai Timur (Kutim) mengunjungi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) untuk studi tiru yang berfokus pada penguatan koperasi dan inovasi UMKM. Kunjungan yang dipimpin Kepala Diskop UMKM Kutim, Teguh Budi Santoso ini ditujukan untuk mempelajari keberhasilan Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dalam memajukan koperasi dan UMKM.
Teguh Budi Santoso dan timnya diterima oleh Tatik Ratnawati, Kepala Bidang Usaha Mikro Dinas Koperasi dan UKM DIY. Dalam kesempatan ini, Tatik memperkenalkan berbagai pendekatan inovatif yang terbukti sukses meningkatkan kualitas dan efektivitas pengelolaan koperasi di DIY. Selama kunjungan, rombongan Kutim juga bertemu dengan Purnama Setiawan, Fungsional Pengawas Koperasi, yang berbagi pengalaman dalam mendukung UMKM untuk beradaptasi dengan perubahan pasar.
“Kami terkesan dengan model Klinik Koperasi yang memiliki pendekatan sistematis dan berbasis data untuk meningkatkan manajemen koperasi,” ungkap Teguh usai mendengar pemaparan terkait koperasi di DIY.
Program unggulan lain yang menarik perhatian rombongan Kutim adalah penerapan digitalisasi dalam pembinaan koperasi, termasuk aplikasi SiBakul Jogya yang memudahkan pantauan dan pembinaan koperasi dan UMKM secara terstruktur.
“Integrasi digital dalam pembinaan koperasi menawarkan efisiensi dan kecepatan dalam memproses informasi yang sangat dibutuhkan untuk mendukung koperasi kita di Kutim,” jelas Teguh.
Teguh menambahkan, selain mempelajari aspek teknis dan manajemen, studi tiru juga bertujuan untuk mendapatkan inspirasi dalam pengembangan produk UMKM premium yang dapat bersaing di pasar nasional dan internasional. Dalam kesempatan ini, rombongan Kutim diajak melihat langsung UMKM yang tersebar di sejumlah wilayah di DIY.
“Kami berharap pengalaman ini dapat membantu kami dalam merumuskan dan melaksanakan inisiatif serupa yang akan mengangkat standar UMKM kami,” tuturnya.
Teguh mengungkapkan alasan memilih Dinas Koperasi dan UKM DIY sebagai tujuan studi tiru. Menurutnya, Dinas Koperasi dan UKM DIY berhasil mengelola koperasi dan UMKM dengan jumlah signifikan serta menawarkan berbagai program inovatif. Terdapat sekitar 1.700 koperasi di DIY, dengan 800 koperasi aktif yang mendapat pembinaan langsung dari Dinas Koperasi dan UKM DIY. Jumlah UMKM dan pedagang di Yogyakarta juga sangat banyak.
“Hal ini menunjukkan kuatnya sektor koperasi dan UMKM DIY,” kata Teguh.
Dengan pengalaman dan ilmu yang diperoleh dari Yogyakarta, Dinas UMKM Kutim berencana untuk menerapkan sejumlah inovasi dan strategi baru yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas layanan bagi pelaku usaha di Kutim dan mempromosikan pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan. (*)













