SANGATTA – Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispusip) Kabupaten Kutai Timur (Kutim) terus memperkuat layanan perpustakaan keliling sebagai upaya mendekatkan budaya membaca kepada masyarakat. Program tersebut tidak hanya menjangkau sekolah, tetapi juga hadir secara rutin di ruang publik dan kawasan permukiman agar masyarakat semakin mudah mengakses bahan bacaan.
Pustakawan Dispusip Kutim, Beatrix Aprastia atau Tia, menjelaskan layanan perpustakaan keliling menjadi salah satu program yang terus dioptimalkan. Kegiatan dilaksanakan secara terjadwal setiap Senin hingga Kamis dengan menyesuaikan sasaran layanan.
Menurutnya, pada hari efektif sekolah, armada perpustakaan lebih banyak diarahkan ke satuan pendidikan untuk mendukung program literasi 15 menit yang telah diterapkan di berbagai sekolah.
“Banyak sekolah yang mengajukan permintaan. Bahkan sebagian sudah menjadi mitra kolaborasi rutin dalam layanan perpustakaan keliling,” ujar Tia saat ditemui di Perpustakaan Dispusip Kutim.
Ketika memasuki masa libur sekolah, pola layanan disesuaikan. Dispusip mengalihkan kunjungan ke sejumlah ruang publik yang banyak dikunjungi anak-anak, seperti taman bermain maupun kawasan permukiman dengan aktivitas masyarakat yang cukup tinggi.
Selain itu, terdapat agenda rutin setiap Selasa di kawasan Danau Polder Ilham Maulana Sangatta. Petugas juga menyambangi sejumlah titik lain, termasuk Pasar Induk, dengan mempertimbangkan tingkat aktivitas pengunjung.
“Petugas biasanya mulai beroperasi sekitar pukul 08.30 Wita dan menyesuaikan aktivitas masyarakat di lokasi agar layanan bisa dimanfaatkan secara optimal,” katanya.
Di sisi lain, Dispusip masih menghadapi kendala dalam memperluas jangkauan layanan. Saat ini hanya tersedia dua unit mobil perpustakaan keliling yang telah berusia lebih dari lima hingga sepuluh tahun.
“Kami ingin menjangkau lebih banyak wilayah, tetapi armada yang tersedia masih sangat terbatas. Permintaan sekolah juga cukup tinggi sehingga jadwal harus diatur secara bergantian,” ungkap Tia.
Kepala Bidang Pengolahan, Layanan, dan Pelestarian Bahan Perpustakaan Dispusip Kutim, Kamariah, mewakili Kepala Dispusip Ayub, menegaskan perpustakaan keliling menjadi strategi penting untuk memperluas layanan literasi hingga ke sekolah, ruang publik, dan lingkungan permukiman. Melalui layanan tersebut, masyarakat dapat menikmati berbagai koleksi bacaan tanpa harus datang ke gedung perpustakaan.
Dispusip berharap dukungan terhadap sarana dan prasarana terus meningkat sehingga layanan perpustakaan keliling dapat menjangkau lebih banyak kecamatan dan desa sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia di Kutim.(ADV/prokopim/Kutim)













