PPU – Pemerintah pusat menargetkan pembangunan Bandar Udara (Bandara) Nusantara di Kelurahan Pantai Lango dan Kelurahan Gersik, Kecamatan Penajam, Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) rampung pada Maret 2025.
Bandara yang menjadi infrastruktur transportasi udara penunjang Ibu Kota Nusantara (IKN) ini dibangun di atas lahan seluas 621 hektare sejak akhir 2023. Saat ini, pengerjaan utama di sisi darat telah mencapai 100 persen, mencakup terminal, menara Air Traffic Control (ATC), kantor administrasi, fasilitas pendukung, serta tempat ibadah. Sementara itu, pengerjaan tambahan seperti drainase ditargetkan selesai dalam bulan ini.
Ketua DPRD PPU, Raup Muin, mengapresiasi upaya pemerintah pusat dalam menyelesaikan proyek tersebut sesuai target. Menurutnya, keberadaan Bandara Nusantara di wilayah administrasi PPU akan membawa dampak positif bagi perekonomian daerah dan masyarakat setempat.
“Adanya Bandara Nusantara di Kecamatan Penajam tentu akan berdampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi masyarakat maupun daerah,” ujar Raup Muin, Jumat (14/3/2025).
Ia menambahkan, bandara berstandar internasional ini akan menarik minat investor untuk menanam modal di sekitarnya. Sektor usaha jasa transportasi, perhotelan, perdagangan, dan properti diperkirakan akan berkembang pesat di kawasan tersebut, yang pada akhirnya akan meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD).
“Bandara ini bisa menjadi sumber PAD baru, baik dari Pajak Bumi dan Bangunan (PBB), Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB), maupun retribusi lainnya,” jelasnya.
Selain mendorong investasi, keberadaan Bandara Nusantara juga diharapkan membuka peluang kerja bagi masyarakat lokal, baik di sektor penerbangan maupun usaha pendukung lainnya. Raup menegaskan pentingnya kesiapan masyarakat dalam menghadapi peluang tersebut agar tidak hanya menjadi penonton di daerah sendiri.
“Untuk menangkap peluang itu, masyarakat kita juga harus mempersiapkan diri dari sekarang dengan meningkatkan kompetensi yang berdaya saing. Jangan sampai nantinya hanya jadi penonton dan berbagai peluang pekerjaan maupun usaha diisi oleh orang luar semua,” tutupnya. (adv)













