Suluh Muda Nusantara
  • Home
  • Berita Utama
  • Kaltim
    • Balikpapan
    • Berau
    • Bontang
    • Kubar
    • Kukar
    • Kutim
    • Mahulu
    • Paser
    • PPU
    • Samarinda
  • Advedtorial
    • DPRD Kaltim
    • Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kaltim
    • Dinas Pemuda dan Olahraga Kaltim
    • Diskominfo Kutai Kartanegara
    • Diskominfo Samarinda
    • Diskominfo Kukar
    • DPRD Samarinda
    • Dispora Kaltim
  • Gaya Hidup
  • Hukum & Kriminal
  • Nasional
  • Olahraga
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita Utama
  • Kaltim
    • Balikpapan
    • Berau
    • Bontang
    • Kubar
    • Kukar
    • Kutim
    • Mahulu
    • Paser
    • PPU
    • Samarinda
  • Advedtorial
    • DPRD Kaltim
    • Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kaltim
    • Dinas Pemuda dan Olahraga Kaltim
    • Diskominfo Kutai Kartanegara
    • Diskominfo Samarinda
    • Diskominfo Kukar
    • DPRD Samarinda
    • Dispora Kaltim
  • Gaya Hidup
  • Hukum & Kriminal
  • Nasional
  • Olahraga
No Result
View All Result
Suluh Muda Nusantara
No Result
View All Result
Home Kaltim

Ende dalam Sejarah Bangsa, Dari Pengasingan Soekarno hingga Lahirnya Pancasila

Penulis : Sekretaris Forum Pemuda NTT, Ricard Parera

Zahara by Zahara
7 Juni, 2026
in Kaltim
0
Ende dalam Sejarah Bangsa, Dari Pengasingan Soekarno hingga Lahirnya Pancasila

Foto : Sekretaris Forum Pemuda NTT, Ricard Parera.

FacebookTwitterWhatsapp

Opini-Pada 14 Januari 1934 hingga 18 Oktober 1938, pemerintah Hindia Belanda mengasingkan Soekarno ke Ende karena aktivitas politiknya dianggap sebagai ancaman serius bagi kolonial Belanda.

Pengasingan tersebut merupakan upaya yang dilakukan Hindia Belanda untuk memutus pengaruh gerakan Soekarno yang pada waktu itu sangat masif di pulau Jawa yang mulai meluas ke pulau Sumatera. Namun, keputusan kolonial Belanda itu justru menjadi fase yang sangat penting bagi dalam perjalanan intelektual dan ideologi Soekarno.

Di Kota kecil Ende, yang terletak ditengah pulau Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT). Ende bukan hanya sekedar sebagai tempat pembuangan Bung Karno, namun sebagai tempat Bung Karno untuk melakukan kontemplasi menggali lima butir mutiara yang dikenal dengan nama Pancasila.

Di Ende Soekarno ditemani istrinya, Inggit Garnasih, ibu mertuanya, Amsih dan kedua anak angkatnya yaitu, Ratna Djoeami, dan Kartika. Dia dan keluarganya tinggal di Kampung Ambugaga, rumah sederhana itu milik Haji Abdullah Ambuwaru, yang saat ini menjadi Situs Cagar Budaya.

Selama berada di Ende Bung Karno menghabiskan banyak waktu untuk membaca dan menulis di perpustakaan Biara Santo Yosef yang dikelola oleh misionaris Societas Verbi Divini atau yang dikenal nama Serikat Sabda Allah di kompleks Gereja Katolik Kristus Raja. Selain membaca dan menulis ia juga berdiskusi dengan misionaris Belanda, yakni Pastor Gerardus Huijtink SVD dan Pater Johannes Bouma SVD.

Soekarno juga membentuk kelompok seni teater yang diberi nama Sandiwara Kelimutu yang beranggotakan 47 orang. Kelompok tersebut dijadikan sebagai media untuk membangkitkan kesadaran semangat perjuangan nasionalisme. Ia menulis sekitar 13 naskah, salah satu naskah yang ditulisnya adalah “Rahasia Kelimutu”.

Salah satu tempat yang paling penting Soekarno ketika di Ende adalah pohon sukun yang tidak jauh dari tepi pantai Ende. Hampir setiap malam di bawah pohon sukun itu Soekarno duduk untuk merenungkan nasib bangsa. Tempat tersebut sekarang dikenal “Taman Renungan Bung Karno”. Sejarah mencatat dibawah pohon sukun itu dia menggali nilai-nilai dasar negara, yakni Pancasila.

Perenungannya di Ende lahir dari kegelisahan terhadap kondisi bangsa Indonesia yang sangat kaya akan keragaman. Soekarno sangat memahami bahwa bangsa Indonesia tidak mungkin dibangun atas dasar satu golongan, agama atau suku tertentu.

Maka dari itu, Bung Karno merumuskan dasar negara yang menjadi kesepakatan bersama. Hasil perenungan itu Ia sampaikan dalam pidatonya di sidang Dokuritsu Zyunbi Tyoosakai atau Badan Penyelidik Usaha-Usaha Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI) yang menjadi tonggak lahirnya Pancasila sebagai dasar negara Indonesia.

Sehingga dari itu Ende tidak bisa terlepas dari catatan sejarah bangsa Indonesia, karena kota tersebut menjadi saksi lahirnya Pancasila, yang saat ini Ende dijuluki sebagai “Kota Pancasila”.

Hubungan Soekarno dan Ende memperlihatkan gagasan tentang persatuan yang lahir dari pengalaman sosial yang nyata. Pancasila bukan hanya hasil dari pemikiran teoritis, melainkan hasil refleksi panjang dari kehidupan masyarakat Indonesia yang sangat plural. Di Ende Soekarno belajar langsung tentang, toleransi, gotong royong, dan kemanusiaan.

Jejak perjalanan Soekarno di Ende masih bisa kita temukan sampai hari ini melalui Rumah Pengasingan Bung Karno dan Taman Renungan Bung Karno. Rumah pengasingan itu sekarang menjadi museum yang menyimpan benda-benda peninggalan Soekarno, seperti, tempat tidur, piring, sendok, dan lain lain.

Di tengah tantangan Indonesia saat ini, mulai dari polarisasi politik hingga menguatnya konflik identitas. Jejak perjalanan Soekarno di Ende seharusnya menjadi refleksi penting bagi kita dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Ende mengajarkan bahwa Indonesia dibangun diatas keberagaman dan Pancasila menjadi titik temu dari semua perbedaan.

Jika hari ini bangsa Indonesia masih terjebak dalam politik kebencian, intoleransi, dan kepentingan kelompok, sesungguhnya bangs ini sedang bergerak menjauh dari semangat Pancasila yang lahir di Ende.

Pancasila bukan hanya dihafalkan dalam ruang kelas atau dibacakan pada saat upacara, melainkan Pancasila sebagai Philosophische grondslag atau dasar filosofis bangsa yang sehari-hari harus dimanifestasikan dalam kehidupan sosial, politik dan kemanusiaan.

Print 🖨 PDF 📄
Berita Dilihat: 2
Previous Post

Dari Balikpapan hingga Tenggarong, Aliansi Rakyat Kaltim Perluas Konsolidasi Isu Hak Angket, Ajak Masyarakat Kawal Hak Angket 10 Juni

Zahara

Zahara

  • Trending
  • Comments
  • Latest
AMKB Siap Kerahkan Kekuatan Penuh Hadang Aplikator yang Langgar Aturan di Kaltim

AMKB Siap Kerahkan Kekuatan Penuh Hadang Aplikator yang Langgar Aturan di Kaltim

20 Agustus, 2025
Ketua dan Wakil Ketua DPRD Mahulu Bersitegang, Pembahasan Anggaran Berakhir Ricuh

Ketua dan Wakil Ketua DPRD Mahulu Bersitegang, Pembahasan Anggaran Berakhir Ricuh

22 Oktober, 2025
GMNI Kaltim Mengutuk Kekerasan Terhadap Massa Aksi Koalisi Masyarakat Sipil Kutai Timur

GMNI Kaltim Mengutuk Kekerasan Terhadap Massa Aksi Koalisi Masyarakat Sipil Kutai Timur

12 Oktober, 2023
Tambang Ilegal di Kutai Barat: Antara Keuntungan Sesaat dan Ancaman Jangka Panjang

Tambang Ilegal di Kutai Barat: Antara Keuntungan Sesaat dan Ancaman Jangka Panjang

17 Maret, 2025
Ely Hartati Rasyid Soroti Serapan Tenaga Kerja Pembangunan IKN

Ely Hartati Rasyid Soroti Serapan Tenaga Kerja Pembangunan IKN

Era Digital, Fraksi PDIP Sarankan Sosialisasi Nilai-Nilai Pancasila Melalui Media Sosial

Era Digital, Fraksi PDIP Sarankan Sosialisasi Nilai-Nilai Pancasila Melalui Media Sosial

Potret Emir Moeis Temu Kangen dengan Banteng Tua di Balikpapan

Potret Emir Moeis Temu Kangen dengan Banteng Tua di Balikpapan

Diguyur Kabar Baik dari India-Eropa, Harga Batu Bara Bangkit

Diguyur Kabar Baik dari India-Eropa, Harga Batu Bara Bangkit

Ende dalam Sejarah Bangsa, Dari Pengasingan Soekarno hingga Lahirnya Pancasila

Ende dalam Sejarah Bangsa, Dari Pengasingan Soekarno hingga Lahirnya Pancasila

7 Juni, 2026
Dari Balikpapan hingga Tenggarong, Aliansi Rakyat Kaltim Perluas Konsolidasi Isu Hak Angket, Ajak Masyarakat Kawal Hak Angket 10 Juni

Dari Balikpapan hingga Tenggarong, Aliansi Rakyat Kaltim Perluas Konsolidasi Isu Hak Angket, Ajak Masyarakat Kawal Hak Angket 10 Juni

5 Juni, 2026
HPKR Kota Samarinda Dorong Penataan Ulang Reklame dan Penyederhanaan Perizinan di Samarinda, Minta Pemisahan Izin dan Pajak

HPKR Kota Samarinda Dorong Penataan Ulang Reklame dan Penyederhanaan Perizinan di Samarinda, Minta Pemisahan Izin dan Pajak

3 Juni, 2026
Raperda Reklame Dibahas, DPRD Samarinda Bedah Kendala Perizinan

Raperda Reklame Dibahas, DPRD Samarinda Bedah Kendala Perizinan

3 Juni, 2026
Suluh Muda Nusantara

Suluhmudanusantara.com merupakan media daring berbasis di Kalimantan Timur dengan tujuan menjangkau Nusantara hingga Internasional.

Terkini

Ende dalam Sejarah Bangsa, Dari Pengasingan Soekarno hingga Lahirnya Pancasila

Dari Balikpapan hingga Tenggarong, Aliansi Rakyat Kaltim Perluas Konsolidasi Isu Hak Angket, Ajak Masyarakat Kawal Hak Angket 10 Juni

Informasi

  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak
  • Susunan Redaksi

Follow Sosial Media Kami

© 2024 Suluh Muda Nusantara - All Right Reserved.

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita Utama
  • Kaltim
    • Balikpapan
    • Berau
    • Bontang
    • Kubar
    • Kukar
    • Kutim
    • Mahulu
    • Paser
    • PPU
    • Samarinda
  • Advedtorial
    • DPRD Kaltim
    • Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kaltim
    • Dinas Pemuda dan Olahraga Kaltim
    • Diskominfo Kutai Kartanegara
    • Diskominfo Samarinda
    • Diskominfo Kukar
    • DPRD Samarinda
    • Dispora Kaltim
  • Gaya Hidup
  • Hukum & Kriminal
  • Nasional
  • Olahraga

© 2024 Suluh Muda Nusantara - All Right Reserved.