SANGATTA – Kehadiran Ibukota Nusantara menjadi berkah sekaligus tantangan baru bagi Kabupaten Kutai Timur, yang tahun ini berulang tahun ke-25. IKN yang akan berlokasi di Penajam, Paser Utara itu akan mengkait Kutim sebagai bagian dari pembangunan infrastruktur dan pengembangan teknologi yang nantinya menghubungkan lima provinsi di Kalimantan.
Pjs. Bupati Kutim Agus Hari Kesuma menegaskan hal tersebut di hadapan pejabat tinggi dan masyarakat Kutim dalam kesempatan membuka Pekan Raya Expo Kutim 2024. Acara akbar ini digelar di Lapangan Helipad, Kantor Bupati Kutim, Sangatta.
“Kita harus siap menyongsong perubahan ini. Infrastruktur darat dan laut yang semakin maju akan membawa Kutim lebih terkoneksi, baik dengan IKN maupun wilayah-wilayah di sekitarnya,” tambah Agus baru-baru ini.
Agus juga berharap wilayahnya mampu segera meningkatkan kapasitas Sumber Daya Manusia (SDM) dan kemampuan ekonomi lokal, sehingga Kutim tidak hanya menjadi penonton di tengah perubahan-perubahan yang nantinya.
Kehadiran IKN membuat Kutim tidak bisa sekedar hanya mengandalkan Sumber Daya Alam (SDA) tak terbarukan, yang selama ini menjadi salah satu unsur utama pembangunan ekonominya. Agus melihat kebutuhan untuk mengembangkan perekonomian Kutim melalui sumber-sumber yang lebih berkelanjutan, yaitu SDM dan UMKM.
“UMKM adalah tulang punggung ekonomi kita, mereka terus berjuang dan berinovasi meskipun menghadapi berbagai tantangan,” tuturnya.
PRKE menunjukkan potensi SDA dan UMKM dalam stan-stan yang digelar. Hal tersebut dapat menumbuhkan semangat untuk menuju perubahan-perubahan yang disebutkan oleh Pjs. Bupati Agus. Kuncinya, seperti yang disebutkan dalam tema PRKE, yaitu “Bersatu Membangun Kutai Timur Sejahtera untuk Semua.”













