BERAU — Kebakaran hebat menghanguskan permukiman warga di Jalan Pattimura, RT 004, Kampung Kasai, Kecamatan Pulau Derawan, Kabupaten Berau, Kalimantan Timur, Kamis (27/8/2026) malam.
Dalam peristiwa tersebut, dua rumah warga dilaporkan ludes terbakar, sementara satu rumah lainnya mengalami kerusakan. Kebakaran juga menyebabkan tiga kepala keluarga terdampak.
Kapolsek Pulau Derawan AKP Iwan Purwanto membenarkan kejadian tersebut. Ia mengatakan tidak ada korban jiwa maupun luka dalam insiden itu.
Namun, kerugian materiil akibat kebakaran diperkirakan mencapai Rp695 juta.
Kebakaran diketahui sekitar pukul 19.10 WITA. Api pertama kali terlihat oleh anak Alfian (50), salah seorang pemilik rumah, dari bagian belakang rumah tetangganya, Risal (38).
Melihat kobaran api, saksi kemudian berteriak meminta pertolongan kepada ayahnya. Alfian yang mendengar teriakan tersebut langsung mengecek lokasi dan mendapati bagian dapur rumah Risal telah terbakar.
Alfian sempat berupaya memadamkan api menggunakan air seadanya sembari meminta bantuan warga sekitar.
“Mendengar teriakan anaknya, Alfian langsung mengecek ke belakang dan melihat bagian dapur rumah Risal sudah terbakar. Beliau berusaha memadamkan api menggunakan air seadanya sambil berteriak meminta bantuan warga sekitar,” kata AKP Iwan Purwanto.
Warga yang mendengar teriakan tersebut kemudian berdatangan dan bersama-sama melakukan upaya pemadaman. Namun, api dengan cepat membesar dan merambat ke bangunan di sekitarnya.
Proses pemadaman turut melibatkan personel Polsek Pulau Derawan, Koramil Pulau Derawan, BPBD Tanjung Batu, serta warga setempat yang mengerahkan empat unit mobil tangki air.
Setelah berjibaku selama lebih dari dua jam, kobaran api akhirnya berhasil dipadamkan sekitar pukul 21.30 WITA.
Kepolisian memastikan tidak terdapat korban jiwa dalam kejadian tersebut. Meski demikian, kebakaran mengakibatkan kerugian besar bagi tiga kepala keluarga yang terdampak.
Usai api dipadamkan, petugas langsung melakukan penanganan di lokasi kejadian. Polisi juga mendata korban dan saksi serta mengamankan area kebakaran dengan memasang garis polisi.
“Petugas sudah mendatangi TKP, membantu pemadaman, mendata korban dan saksi, serta memasang garis polisi (police line) untuk mengamankan lokasi guna penyelidikan lebih lanjut terkait penyebab pasti kebakaran,” ujar Iwan.
Berdasarkan informasi awal, kebakaran diduga dipicu korsleting atau arus pendek listrik. Namun, polisi masih melakukan penyelidikan untuk memastikan penyebab pasti kebakaran tersebut.













