Bontang – Kota Bontang menjadi perhatian utama dalam persiapan Pilkada serentak 2024 di Kalimantan Timur. Rombongan Forkopimda Kaltim yang dipimpin Pj Gubernur Kaltim Akmal Malik bersama Ketua DPRD Kaltim Hasanuddin Mas’ud, Kapolda Kaltim Irjen Pol Nanang Avianto, dan sejumlah pejabat terkait melakukan kunjungan langsung untuk memastikan kesiapan teknis dan keamanan berjalan optimal.
Rangkaian kunjungan dimulai di Kantor Bawaslu Kota Bontang, di mana Ketua Bawaslu Aldy Artrian memaparkan hasil pengawasan kampanye yang telah mencapai 707 kegiatan. Ia juga menjelaskan berbagai langkah strategis yang dilakukan untuk mendorong partisipasi masyarakat, termasuk melalui sosialisasi pengawasan partisipatif yang melibatkan Panitia Pengawas Kecamatan (Panwascam). Tak hanya itu, ia menegaskan bahwa potensi sengketa telah berhasil diminimalkan melalui proses mediasi.
Di Kantor KPU Kota Bontang, Ketua KPU Muzarroby Renfly menjelaskan proses sortir dan pelipatan surat suara yang diawasi ketat untuk memastikan akurasi.
Meski sempat ditemukan kekurangan 123 surat suara, hal tersebut langsung ditangani untuk memastikan kelancaran distribusi logistik pemilu. Para petugas yang bertugas juga dilengkapi dengan vitamin guna menjaga kesehatan selama bekerja.
Dalam kunjungan ke Mapolres Bontang, Kapolda Kaltim Irjen Pol Nanang Avianto menyatakan kesiapan personel keamanan untuk menjaga kondusivitas selama proses Pilkada. Ia menekankan pentingnya deteksi dini dan mitigasi potensi gangguan demi memastikan keamanan tetap terjaga hingga hari pemungutan suara.
Pj Gubernur Kaltim Akmal Malik menyoroti pentingnya fasilitasi pemilih pemula agar tidak kehilangan hak pilih. Ia menyampaikan rencana pembentukan tim terpadu untuk membantu warga yang baru memenuhi syarat usia memiliki KTP sebelum hari pemungutan suara. Langkah ini diambil agar tidak ada satu pun warga yang kehilangan hak konstitusionalnya.
Ketua DPRD Kaltim Hasanuddin Mas’ud mengapresiasi kerja keras KPU, Bawaslu, dan aparat keamanan yang telah menunjukkan dedikasi tinggi dalam mempersiapkan Pilkada. Ia juga mengajak masyarakat, terutama pemilih pemula, untuk turut berpartisipasi aktif dalam menentukan arah pembangunan daerah.
“Kita semua memiliki tanggung jawab untuk menjaga agar Pilkada berjalan lancar dan kondusif. Ini bukan hanya tentang memilih pemimpin, tetapi juga menunjukkan bahwa demokrasi di daerah kita semakin matang,” ujar Hasanuddin.
Rangkaian kunjungan ini menjadi bukti keseriusan semua pihak dalam memastikan Pilkada serentak 2024 di Kota Bontang berjalan dengan aman, transparan, dan partisipatif. Pemerintah berharap komitmen serupa dapat diterapkan di seluruh wilayah Kalimantan Timur. (ADV)













