BALIKPAPAN – Komisi III DPRD Kalimantan Timur menegaskan komitmennya dalam mendukung percepatan pembangunan Bandar Udara di Kabupaten Paser sebagai bagian dari upaya pemerataan pembangunan dan penguatan konektivitas antarwilayah di Kalimantan Timur.
Dukungan tersebut diwujudkan melalui kunjungan kerja ke Kantor Wilayah Otoritas Bandar Udara (Otban) Wilayah VII Balikpapan, Kamis (6/8), guna memperoleh informasi menyeluruh terkait progres pembangunan, kendala yang dihadapi, serta langkah-langkah strategis untuk mempercepat realisasi proyek tersebut.
Rombongan dipimpin Ketua Komisi III DPRD Kaltim, Abdulloh, didampingi Wakil Ketua Komisi III Akhmed Reza Fachlevi, Sekretaris Komisi III Abdurahman KA, serta anggota Komisi III, yakni Sayid Muziburrachman, Apansyah, Sugiono, Subandi, Baharuddin Muin, dan Abdul Rakhman Bolong. Kehadiran mereka disambut langsung oleh Kepala Otban Wilayah VII Balikpapan, Ferdinan Nurdin, beserta jajaran.
Ketua Komisi III DPRD Kaltim, Abdulloh, mengatakan pembangunan Bandara Paser merupakan infrastruktur strategis yang akan membuka akses wilayah, mempercepat mobilitas masyarakat dan barang, sekaligus menjadi pendorong pertumbuhan ekonomi di kawasan selatan Kalimantan Timur.
“Berdasarkan penjelasan dari pihak Otban Wilayah VII Balikpapan, progres pembangunan fisik Bandara Paser saat ini telah mencapai sekitar 25 hingga 30 persen. Dari sisi regulasi maupun potensi jumlah penumpang, Kabupaten Paser juga dinilai telah memenuhi persyaratan untuk memiliki bandar udara yang beroperasi secara penuh,” ujarnya.
Menurutnya, koordinasi dengan Otban menjadi langkah penting agar berbagai kendala yang masih menghambat pembangunan dapat segera diidentifikasi dan dicarikan solusi bersama, sehingga proses pembangunan dapat berjalan sesuai target.
Selain membahas pembangunan Bandara Paser, Komisi III DPRD Kaltim juga menyoroti pentingnya peningkatan status bandara di Kabupaten Berau menjadi bandara internasional. Langkah tersebut dinilai akan memberikan dampak signifikan bagi pengembangan sektor pariwisata dan investasi di Kalimantan Timur.
Dengan status internasional, wisatawan mancanegara diharapkan dapat terbang langsung ke Berau tanpa harus melalui daerah lain. Kondisi ini diyakini akan meningkatkan kunjungan wisata, memperluas aktivitas ekonomi masyarakat, sekaligus berkontribusi terhadap peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Komisi III DPRD Kaltim menegaskan akan terus mengawal pembangunan infrastruktur transportasi udara di Kalimantan Timur agar mampu menjadi penggerak pertumbuhan ekonomi, memperkuat konektivitas antarwilayah, serta menghadirkan pemerataan pembangunan yang dirasakan seluruh masyarakat.













