Suluh Muda Nusantara
  • Home
  • Berita Utama
  • Kaltim
    • Balikpapan
    • Berau
    • Bontang
    • Kubar
    • Kukar
    • Kutim
    • Mahulu
    • Paser
    • PPU
    • Samarinda
  • Advedtorial
    • DPRD Kaltim
    • Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kaltim
    • Dinas Pemuda dan Olahraga Kaltim
    • Diskominfo Kutai Kartanegara
    • Diskominfo Samarinda
    • Diskominfo Kukar
    • DPRD Samarinda
    • Dispora Kaltim
  • Gaya Hidup
  • Hukum & Kriminal
  • Nasional
  • Olahraga
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita Utama
  • Kaltim
    • Balikpapan
    • Berau
    • Bontang
    • Kubar
    • Kukar
    • Kutim
    • Mahulu
    • Paser
    • PPU
    • Samarinda
  • Advedtorial
    • DPRD Kaltim
    • Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kaltim
    • Dinas Pemuda dan Olahraga Kaltim
    • Diskominfo Kutai Kartanegara
    • Diskominfo Samarinda
    • Diskominfo Kukar
    • DPRD Samarinda
    • Dispora Kaltim
  • Gaya Hidup
  • Hukum & Kriminal
  • Nasional
  • Olahraga
No Result
View All Result
Suluh Muda Nusantara
No Result
View All Result
Home Kaltim

Lulusan Sulit Dapat Kerja, Anhar Nilai Kurikulum Pendidikan Belum Terintegrasi dengan Industri

Zahara by Zahara
30 Juni, 2026
in Kaltim
0
Lulusan Sulit Dapat Kerja, Anhar Nilai Kurikulum Pendidikan Belum Terintegrasi dengan Industri

Foto : Anhar anggota Komisi IV DPRD Samarinda.

FacebookTwitterWhatsapp

SAMARINDA – Anggota Komisi IV DPRD Kota Samarinda, Anhar, menyoroti persoalan yang masih dihadapi banyak lulusan SMA, SMK hingga perguruan tinggi, yakni kesulitan memasuki dunia kerja meski telah menyelesaikan pendidikan formal.

Menurutnya, berbagai lapangan pekerjaan sebenarnya tersedia untuk lulusan dengan jurusan atau kompetensi tertentu. Namun, persoalan yang muncul adalah belum adanya keterhubungan yang kuat antara dunia pendidikan dengan kebutuhan tenaga kerja yang ada.

Anhar menilai kondisi tersebut menjadi tantangan yang tidak hanya dihadapi daerah, tetapi juga negara secara umum. Ia mengatakan, setelah menyelesaikan pendidikan, banyak lulusan yang justru dihadapkan pada pertanyaan mengenai ke mana mereka harus bekerja.

“Misalnya kita sudah membuat sekolah yang bagus, universitas yang bagus, tetapi begitu lulus pertanyaannya justru kerja di mana. Ini yang menjadi persoalan,” ujarnya, Selasa (30/6/2026)

Ia menyebut pemerintah selama ini telah berupaya meningkatkan kualitas pendidikan melalui pembangunan sarana pendidikan dan peningkatan kualitas tenaga pengajar. Namun, perhatian terhadap kesinambungan lulusan menuju dunia kerja dinilai masih perlu diperkuat.

“Negara hanya sampai membuat bangunan yang bagus, memperbaiki kualitas guru, tetapi setelah lulus mereka mencari kerja sendiri. Menurut saya ini perlu ada kajian yang lebih dalam,” katanya.

Anhar menilai evaluasi terhadap kurikulum pendidikan menjadi salah satu hal penting yang perlu dilakukan. Ia mempertanyakan apakah materi pembelajaran dan kurikulum yang diterapkan saat ini sudah benar-benar sesuai dengan kebutuhan tenaga kerja yang ada, khususnya di daerah.

Menurutnya, penyusunan kurikulum semestinya mempertimbangkan kondisi dan kebutuhan riil dunia kerja agar lulusan memiliki peluang yang lebih besar untuk terserap di sektor usaha maupun industri.

“Apakah kurikulum kita sudah selaras dengan kebutuhan tenaga kerja yang ada di daerah? Ini yang perlu dilihat bersama,” ungkapnya.

Untuk itu, ia mendorong adanya koordinasi yang lebih kuat antara pemerintah, dunia usaha, lembaga pendidikan, dan DPRD. Kolaborasi tersebut dinilai penting agar lulusan tidak hanya memiliki ijazah, tetapi juga kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan pasar kerja.

Anhar berharap ke depan sistem pendidikan dapat terintegrasi dengan kebutuhan industri dan dunia usaha. Dengan begitu, siswa maupun mahasiswa memiliki jalur yang lebih jelas menuju dunia kerja setelah menyelesaikan pendidikan.

“Kalau lowongan tenaga kerja sudah terintegrasi dengan tempat mereka belajar, maka ketika lulus mereka bisa langsung siap bekerja sesuai basis keilmuannya,” jelasnya.

Ia menambahkan, kurikulum yang masih bersifat normatif perlu disesuaikan dengan perkembangan zaman dan kebutuhan dunia kerja yang terus berubah. Menurutnya, lulusan harus dibekali kemampuan yang relevan agar mampu bersaing di tengah perkembangan teknologi dan dinamika pasar kerja.

“Kondisi saat ini kurikulum kita masih normatif. Akibatnya banyak lulusan yang belum siap bersaing dan mengikuti kebutuhan serta perkembangan zaman,” pungkas Anhar. (Mujahid)

Print 🖨 PDF 📄
Berita Dilihat: 103
Previous Post

Inflasi Samarinda Tembus 3,42 Persen, Iswandi Dorong Stimulus untuk Jaga Daya Beli Masyarakat

Next Post

Puji Astuti Prihatin Kasus HIV di Samarinda, Penularan dari Ibu ke Bayi Jadi Perhatian Serius

Zahara

Zahara

Next Post
Puji Astuti Prihatin Kasus HIV di Samarinda, Penularan dari Ibu ke Bayi Jadi Perhatian Serius

Puji Astuti Prihatin Kasus HIV di Samarinda, Penularan dari Ibu ke Bayi Jadi Perhatian Serius

  • Trending
  • Comments
  • Latest
AMKB Siap Kerahkan Kekuatan Penuh Hadang Aplikator yang Langgar Aturan di Kaltim

AMKB Siap Kerahkan Kekuatan Penuh Hadang Aplikator yang Langgar Aturan di Kaltim

20 Agustus, 2025
Ketua dan Wakil Ketua DPRD Mahulu Bersitegang, Pembahasan Anggaran Berakhir Ricuh

Ketua dan Wakil Ketua DPRD Mahulu Bersitegang, Pembahasan Anggaran Berakhir Ricuh

22 Oktober, 2025
GMNI Kaltim Mengutuk Kekerasan Terhadap Massa Aksi Koalisi Masyarakat Sipil Kutai Timur

GMNI Kaltim Mengutuk Kekerasan Terhadap Massa Aksi Koalisi Masyarakat Sipil Kutai Timur

12 Oktober, 2023
Tambang Ilegal di Kutai Barat: Antara Keuntungan Sesaat dan Ancaman Jangka Panjang

Tambang Ilegal di Kutai Barat: Antara Keuntungan Sesaat dan Ancaman Jangka Panjang

17 Maret, 2025
Ely Hartati Rasyid Soroti Serapan Tenaga Kerja Pembangunan IKN

Ely Hartati Rasyid Soroti Serapan Tenaga Kerja Pembangunan IKN

Era Digital, Fraksi PDIP Sarankan Sosialisasi Nilai-Nilai Pancasila Melalui Media Sosial

Era Digital, Fraksi PDIP Sarankan Sosialisasi Nilai-Nilai Pancasila Melalui Media Sosial

Potret Emir Moeis Temu Kangen dengan Banteng Tua di Balikpapan

Potret Emir Moeis Temu Kangen dengan Banteng Tua di Balikpapan

Diguyur Kabar Baik dari India-Eropa, Harga Batu Bara Bangkit

Diguyur Kabar Baik dari India-Eropa, Harga Batu Bara Bangkit

Puji Astuti Prihatin Kasus HIV di Samarinda, Penularan dari Ibu ke Bayi Jadi Perhatian Serius

Puji Astuti Prihatin Kasus HIV di Samarinda, Penularan dari Ibu ke Bayi Jadi Perhatian Serius

30 Juni, 2026
Lulusan Sulit Dapat Kerja, Anhar Nilai Kurikulum Pendidikan Belum Terintegrasi dengan Industri

Lulusan Sulit Dapat Kerja, Anhar Nilai Kurikulum Pendidikan Belum Terintegrasi dengan Industri

30 Juni, 2026
Inflasi Samarinda Tembus 3,42 Persen, Iswandi Dorong Stimulus untuk Jaga Daya Beli Masyarakat

Inflasi Samarinda Tembus 3,42 Persen, Iswandi Dorong Stimulus untuk Jaga Daya Beli Masyarakat

30 Juni, 2026
Baharuddin Demmu Dorong Masyarakat Manfaatkan Teknologi untuk Mengawal Demokrasi yang Transparan

Baharuddin Demmu Dorong Masyarakat Manfaatkan Teknologi untuk Mengawal Demokrasi yang Transparan

27 Juni, 2026
Suluh Muda Nusantara

Suluhmudanusantara.com merupakan media daring berbasis di Kalimantan Timur dengan tujuan menjangkau Nusantara hingga Internasional.

Terkini

Puji Astuti Prihatin Kasus HIV di Samarinda, Penularan dari Ibu ke Bayi Jadi Perhatian Serius

Lulusan Sulit Dapat Kerja, Anhar Nilai Kurikulum Pendidikan Belum Terintegrasi dengan Industri

Informasi

  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak
  • Susunan Redaksi

Follow Sosial Media Kami

© 2024 Suluh Muda Nusantara - All Right Reserved.

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita Utama
  • Kaltim
    • Balikpapan
    • Berau
    • Bontang
    • Kubar
    • Kukar
    • Kutim
    • Mahulu
    • Paser
    • PPU
    • Samarinda
  • Advedtorial
    • DPRD Kaltim
    • Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kaltim
    • Dinas Pemuda dan Olahraga Kaltim
    • Diskominfo Kutai Kartanegara
    • Diskominfo Samarinda
    • Diskominfo Kukar
    • DPRD Samarinda
    • Dispora Kaltim
  • Gaya Hidup
  • Hukum & Kriminal
  • Nasional
  • Olahraga

© 2024 Suluh Muda Nusantara - All Right Reserved.