SANGATTA – Suasana Aula Pertemuan SMAN 2 Sangatta Utara (SMADA) mendadak riuh oleh antusiasme ratusan pelajar. Mengenakan seragam sekolah masing-masing, perwakilan dari 18 SMA dan SMK se-Kecamatan Sangatta Utara dan Sangatta Selatan berkumpul membawa misi yang sama: belajar menjaga bumi tempat mereka tumbuh.
Melalui gelaran Green Olympic Goes To School, PT Kaltim Prima Coal (KPC) bersama sektor pendidikan berkolaborasi menyemaikan benih kesadaran lingkungan sejak dini. Setelah sebelumnya sukses menyasar tingkat sekolah dasar di SDN 010 Sangatta Utara, kini giliran generasi muda tingkat menengah atas yang diajak menyelami pentingnya pelestarian alam secara substantif.
Jembatani Dunia Usaha dan Pendidikan
General Manager Health, Safety, Environment and Security (HSES) KPC, Handi Suhadi, menegaskan bahwa kepedulian terhadap lingkungan bukanlah tanggung jawab tunggal korporasi semata. Keterlibatan aktif dunia pendidikan menjadi kunci utama agar ikhtiar menjaga alam dapat mengakar kuat dan berkesinambungan pada sanubari generasi penerus.
“Kepedulian terhadap lingkungan tidak hanya menjadi tanggung jawab perusahaan, tetapi juga memerlukan keterlibatan dunia pendidikan. Kami berharap para pelajar menjadi generasi yang memiliki kesadaran untuk menjaga dan melestarikan lingkungan sejak dini,” ujar Handi.
Ia menguraikan, KPC secara konsisten menerapkan praktik pertambangan yang bertanggung jawab. Mulai dari efisiensi energi, pengurangan emisi, hingga pelaksanaan reklamasi dan revegetasi lahan pascatambang. Seluruh operasional dijalankan berlandaskan standar ketat, inovasi hijau, serta program Corporate Social Responsibility (CSR) yang berorientasi pada keberlanjutan ekosistem Kutai Timur (Kutim).
Bibit Endemik untuk Sekolah Adiwiyata
Komitmen tersebut tidak berhenti pada wacana di atas panggung. Dalam ajang ini, KPC menyerahkan secara simbolis 25 bibit tanaman endemik lokal Kalimantan. Pohon-pohon langka nan bernilai ekologis tinggi—seperti ulin, meranti merah, kapur, gaharu, kayu putih, hingga nyamplung—diserahkan kepada Pelaksana Harian (Plh) Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah II Kaltim, Paeran, serta Kepala SMAN 2 Sangatta Utara, Hasrul.
Penyerahan ini mendapat sambutan hangat dari pihak dinas maupun pihak sekolah, diantaranya: Dorongan Aksi Nyata (Dinas Pendidikan): Paeran mengapresiasi tinggi inisiatif KPC. Menurutnya, karakter disiplin dan kepedulian lingkungan harus dibangun melalui aksi riil. Ia mendorong seluruh sekolah di Kutim untuk menggalakkan budaya penghijauan melalui kegiatan penanaman pohon secara berkelanjutan., Penguatan Sekolah Adiwiyata: Kepala SMAN 2 Sangatta Utara, Hasrul, menilai materi edukasi ini memberikan wawasan baru bagi para murid. Kegiatan ini sangat selaras dengan program sekolah dalam mewujudkan budaya peduli lingkungan, sekaligus memperkuat predikat Sekolah Adiwiyata.
Mengupas Dapur Pertambangan Modern
Salah satu sesi yang paling menyedot perhatian peserta adalah pemaparan teknis mengenai alur pertambangan berkelanjutan yang dibawakan oleh Fahmi Syaifudin. Dengan gaya komunikatif, Fahmi membedah seluruh tahapan operasional pertambangan modern.
Para pelajar diajak memahami bahwa aktivitas eksplorasi, mitigasi dampak lingkungan, hingga pengupasan dan pengelolaan tanah pucuk (top soil) dilakukan dengan perhitungan presisi. Lebih dari itu, proses penambangan selalu dibersamai dengan tahap reklamasi serta revegetasi untuk mengembalikan fungsi hijau lahan.
Melalui Green Olympic Goes To School, KPC dan dunia pendidikan di Kutim membuktikan bahwa industri dan pelestarian alam dapat berjalan bersisian. Edukasi ini menjadi pijakan penting agar generasi muda Sangatta tidak hanya menjadi penonton, melainkan menjadi aktor utama dalam mewujudkan pembangunan berkelanjutan di tanah kelahiran mereka.(adv)













