SAMARINDA — Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur mulai memfinalisasi dukungan kesehatan bagi masyarakat terdampak bencana di Provinsi Aceh. Bantuan tersebut difokuskan pada penyediaan obat-obatan, perlengkapan medis, serta penugasan tenaga kesehatan untuk memperkuat layanan di lokasi terdampak.
Kepala Dinas Kesehatan Kaltim, Jaya Mualimin, mengatakan langkah ini merupakan respons cepat atas arahan Gubernur Kaltim, Rudy Masud, yang menekankan pentingnya solidaritas antardaerah dalam situasi darurat.
“Sebagai bentuk kesiapsiagaan, kami mengalokasikan anggaran sekitar Rp250 juta untuk kebutuhan obat dan bahan medis habis pakai. Saat ini prosesnya masih dalam tahap penyesuaian dengan kondisi di lapangan,” ujar Jaya.
Ia menambahkan, dukungan tidak hanya berhenti pada pengiriman logistik. Dinkes Kaltim juga mempersiapkan sekitar 20 tenaga medis untuk membantu penanganan kesehatan warga terdampak.
“Tenaga kesehatan akan menjadi bagian penting agar pelayanan medis bisa berjalan optimal, terutama pada fase awal penanganan bencana,” jelasnya.
Terkait pengadaan, Jaya menyebutkan bahwa penyediaan obat dilakukan melalui jaringan Kimia Farma guna memastikan mutu dan ketersediaan. Distribusi direncanakan dengan mekanisme pengambilan dari Medan, sebelum selanjutnya disalurkan ke wilayah terdampak di Aceh.
“Koordinasi lintas pihak terus kami lakukan agar bantuan dapat tersalurkan secara efektif dan tepat sasaran,” tutupnya.













