Samarinda – Pembukaan kembali rute penerbangan Garuda Indonesia dari Bandara Aji Pangeran Tumenggung Pranoto (APT Pranoto) Samarinda ke Jakarta disambut positif oleh DPRD Kalimantan Timur (Kaltim).
Wakil Ketua Komisi III DPRD Kaltim, Akhmed Reza Fachlevi, menilai kehadiran maskapai nasional tersebut menjadi momentum strategis memulai fase baru dalam transformasi pelayanan transportasi udara di daerah.
“Ini bukan sekadar pengaktifan rute, tetapi menjadi awal yang baik untuk memulai fase baru dalam pelayanan transportasi udara yang lebih profesional, efisien, dan menyentuh kepentingan publik secara luas,” ujar Reza, Kamis (7/8/25).
Reza menegaskan bahwa konektivitas udara yang andal sangat krusial di tengah dinamika pembangunan Ibu Kota Negara (IKN).
Ia menyebut penerbangan reguler Garuda dapat mempercepat pergerakan aparatur negara, pebisnis, hingga masyarakat umum, sekaligus membuka akses menuju wilayah-wilayah strategis seperti destinasi wisata dan kawasan hinterland.
“Ini akan memperkuat sinergi antarsektor, mulai dari logistik, pariwisata, hingga layanan publik yang lebih cepat dan efisien,” tambahnya.
Garuda Indonesia mengoperasikan armada Boeing 737‑800 Next Generation dalam layanan ini, lengkap dengan program corporate account untuk menunjang mobilitas institusi pemerintahan dan swasta.
Selain itu, Pemerintah Kota Samarinda juga merespons kebutuhan konektivitas regional dengan menghadirkan rute Samarinda–Surabaya melalui Batik Air yang mulai aktif 1 Agustus.
Wali Kota Samarinda, Andi Harun, menyebut pembukaan jalur baru tersebut merupakan hasil koordinasi intensif dengan Kementerian Perhubungan.
“Kami terus mendorong pemerintah pusat dan maskapai untuk menambah rute, agar Samarinda benar-benar menjadi pusat pertumbuhan ekonomi sekaligus pintu masuk menuju IKN,” jelas Andi Harun.
Lebih jauh, ia menekankan bahwa pengembangan transportasi udara harus berorientasi pada pemerataan akses, termasuk untuk wilayah pesisir dan pedalaman yang selama ini belum tersentuh layanan komersial.
“Transportasi udara yang inklusif akan mempercepat layanan kesehatan, pendidikan, hingga administrasi pemerintahan antarwilayah. Ini bukan sekadar mobilitas, tapi juga soal keadilan pembangunan,” tegasnya.
Dengan beroperasinya kembali Garuda Indonesia dan bertambahnya rute Batik Air, Kalimantan Timur dinilai siap memasuki era baru dalam pembangunan sistem transportasi udara yang modern, kompetitif, dan berpihak pada kepentingan masyarakat luas.(ADV DPRD KALTIM)












